Biaya RAM yang melambung tinggi telah memakan korban baru: ponsel pintar kelas bawah. Salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, baru-baru ini mengumumkan lewat X bahwa tidak akan ada seri penerus dari CMF Phone 2 Pro yang populer tahun lalu—sebuah pesaing kredibel iPhone yang diluncurkan hanya dengan harga 279 dolar dan menuai pujian dari berbagai kalangan industri teknologi berkat desain serta harganya yang ramah kantong.
“Kami sedang mengerjakan penerusnya, tetapi dengan harga memori yang sekarang, kami tidak bisa membuat ponsel yang terasa seperti terobosan sejati dengan harga yang masuk akal bagi CMF,” ujar Evangelidis tanpa ragu menyebutkan akar masalahnya.
Bila Anda benar-benar tidak paham apa yang ia maksud, lihatlah serangkaian grafik dari PCPartPicker yang memerinci kenaikan biaya RAM dalam 18 bulan terakhir. Dua contoh mencolok: konfigurasi dasar DDR4 2x8GB yang pada Januari 2025 sekitar 50 dolar, kini di Juni 2026 dijual lebih dari 150 dolar; sementara DDR5 2x16GB yang lebih kencang harganya di bawah 100 dolar pada Januari 2025, kini meroket mendekati 500 dolar!
Meski RAM adalah biang keladi yang paling banyak dibicarakan di balok lonjakan harga, penyimpanan solid-state (SSD) yang dipakai di ponsel, komputer game kelas atas, dan konsol juga melonjak drastis. Saat ini harganya 20 kali lipat dibandingkan hard disk drive (HDD) setara.
Pemicu kenaikan ini adalah revolusi AI yang tengah melanda seluruh ranah teknologi. Perusahaan-perusahaan bermodal besar seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet (induk Google) diperkirakan akan mengeluarkan 700–900 miliar dolar per tahun untuk infrastruktur AI, bahkan bisa mencapai 1,6 triliun dolar pada 2031, berdasarkan laporan Goldman Sachs.
Sayangnya, karena para produsen chip dan pemasok RAM sangat terbatas dalam kapasitas produksi, permintaan baru ini menciptakan perang penawaran. Pemburu ponsel murah dan perusahaan teknologi bernilai triliunan dolar saling bersaiong untuk mendapatkan pasokan material yang sama. Akibatnya, setidaknya dalam jangka pendek, bukan hanya ponsel kelas bawah seperti CMF Phone 2 Pro yang punah, melainkan juga kenaikan harga yang tak terhindarkan pada perangkat komputasi berat seperti ponsel pintar, tablet, dan komputer pribadi yang sudah mahal. CEO Apple yang akan pensiun, Tim Cook, menyebut perkembangan ini sebagai sesuatu yang “tidak bisa dihindari.”
Lantas, apa yang harus dilakukan pembeli hemat pada tahun 2026 ini? Solusi terbaik untuk sementara mungkin adalah bertahan dengan ponsel, tablet, atau komputer lama Anda selama mungkin.