Akhirnya, Keyboard Kantor Ergonomis yang Jempolan buat Gaming Juga

Razer Pro Type Ergo keyboard — kelebihan dan kekurangan

Kelebihan:

  • Konstruksi berkualitas tinggi
  • Empuk dan nyaman
  • Sudut kemiringan yang cukup leluasa
  • Tombol pintas dan dial yang bisa dikustomisasi

    Kekurangan:

  • Ukurannya besar
  • Harga mahal
  • Wrist rest menyatu dengan keyboard
  • Perlu adaptasi dengan desain split
  • Harus aku akui: aku punya titik lemah untuk perangkat hybrid. Aku suka laptop gaming berperforma tinggi yang juga bisa dipakai di kantor, dan aku menghargai keyboard yang bisa menangani berbagai kebutuhan.

    Keyboard Pro Type Ergo baru dari Razer adalah perangkat semacam itu: dirancang untuk produktivitas — yang pertama bagi merek ini — namun tetap memiliki beberapa fitur yang mengingatkan pada warisan gaming-nya. Meskipun lebih cocok untuk lembur kerja daripada sesi marathon game RTS favoritmu.

    [Frameworks]

    Pro Type Ergo tergolong keyboard besar dengan layout split ergonomis, wrist rest terintegrasi, serta berbagai penyesuaian tinggi dan sudut. Kompatibel dengan Windows dan Mac, perangkat ini memakan banyak ruang di meja dan memiliki konstruksi kokoh yang bisa dimiringkan hingga 7 derajat atau ditinggikan dengan keempat kakinya.

    Ini adalah salah satu keyboard ternyaman yang pernah kugunakan, meski ada kurva pembelajaran saat otot-otot jari menyesuaikan dengan desain split dan berbagai keunikannya.

    HEADLINE: Deal headphone gaming terbaik minggu ini

    Harga dipilih oleh tim komersial CNET, dan mungkin tidak terkait dengan artikel ini.

    Konstruksi Fisik: Tampilan profesional, tapi dengan kesan mengilap

    Dengan panjang 18,3 inci dan lebar 9,6 inci, Pro Type Ergo memiliki desain bergelombang yang menanjak di bagian tengah untuk menunjang posisi tangan alami. Wrist rest berbahan kulit vegan terasa empuk dan besar, serta terpasang permanen tanpa bisa dilepas — ini komitmen pada desain ergonomis, tapi patut diperhatikan jika kamu kurang suka.

    Tuts-tutsnya cekung dan low-profile, terasa setara dengan keyboard produktivitas mainstream lainnya, bahkan lebih premium. Mereka menggunakan switch tipe gunting dengan jarak tekan yang lebih pendek dibanding keyboard mekanis, namun sesuai untuk perangkat produktivitas. Dan tentu saja, mendukung pencahayaan RGB penuh dengan 19 zona efek di aplikasi Razer Chroma.

    (Letak tuts) Pilihan layoutnya unik, misalnya tenda spasi hingga tombol B yang diduplikasi. Ya, keyboard ini memiliki dua tombol B, satu di tiap sisi split — karena itu salah satu tombol yang sering kamu tekan dengan kedua jari.

    [Masalah operasional utama] dengan keyboard split ini adalah tombol Y yang ditempatkan di sisi kanan split. Selama ini aku terbiasa menekan Y dengan jari telunjuk kiri — bukan kanan — jadi selama minggu pertama pemakaian (dan kadang masih hingga kini) jari telunjuk kiriku sering tidak sengaja menghantam ruang kosong di papan, sehingga harus refocus lagi.

    Aku sebenarnya berharap tombol Y juga diduplikasi seperti tombol B, apalagi ukuran keyboard memberi ruang yang cukup. Tapi, sih, setelah otakku rewiring, hal ini jadi semakin jarang terjadi.

    Fitur dial krom di sudut kanan dan kiri atas, serta tiga tombol macro di sisi kanan, sangat memanjakan. Command dial bisa diprogram dengan berbagai pengaturan per aplikasi, bahkan hingga 100 fungsi — benar-benar tool yang sayaah produktivitas. Misalnya untuk switch tab, membuka atau menutup tab, dan lainnya.

    Semua fiturnya sangat praktis sampai mau tidak mau aku tetap membiarkannya dan menyukai setelah terus belajar kuasai.

    Selain dial tadi ada pulpet tombol geser pintas kiri yang terkurangi? — Maaf an travel.

    ***Persetan ma antusiast (namun tapi)
    pad kamu maka

    ————
    (siklach edit—unbelieve—bt) Sigh<|reserved_special_token_35|>

MEMBACA  Pembaruan "Counter-Strike 2" Hapus Rp 31 Triliun dari Ekonomi Virtual

Tinggalkan komentar