Kerry Wan/ZDNET
Ikuti ZDNET: Jadikan kami sumber pilihan di Google.
**Intisari dari ZDNET**
– AI bisa menjadi asisten tepercaya untuk persiapan wawancara kerja.
– Chatbot dapat membantu meneliti dan melatih jawaban Anda.
– Namun, jangan sepenuhnya bergantung pada AI; pastikan untuk mendapatkan *feedback* dari manusia.
Wawancara kerja seringkali menjadi momen yang menegangkan. Keberhasilanseringkali tergantung pada perpaduan ajaib antara persiapan dan *personal rapport*.
Bagi para pencari kerja, AI bisa menawarkan cara baru untuk mempersiapkan langkah krusial dalam proses rekrutmen ini.
Juga: Gugup menghadapi pasar kerja? 5 cara untuk menonjol di era AI
“Teknologi memang luar biasa karena menyediakan berbagai kemajuan baru dalam efisiensi dan hal-hal yang bisa Anda selesaikan,” ujar Cord Harper, *career coach* dan CEO *Endeavor Agency*. Namun, ada satu elemen yang tidak berubah selama ia berkecimpung di dunia ini. “Proses perekrutan tetaplah proses manusiawi.”
Berikut tiga cara yang bisa menggunakan AI untuk persiapan wawancara kerja—dan bagaimana menjaga sentuhan kemanusiaannya.
1. Riset tentang perusahaan dan pewawancara
Sebelum wawancara, penting untuk menggali informasi secara mendalam, tidak hanya tentang perusahaan tetapi juga tentang pewawancara. Menyelami sejarah organisasi, posisinya di pasar, budaya perusahaan, strategi dan tantangan terkini, kondisi keuangan, hingga berita terbaru adalah bagian krusial agar Anda terlihat sebagai kandidat yang serius dan berpengetahuan.
Harper menyinggung soal memanfaatkan AI turut serta dalam proses riset. Dulu, mungkin perlu waktu berjam-jam untuk mengumpulkan semua informasi tersebut.
“Sekarang, dengan *tools* AI, jika mereka memberikan *prompt* yang layak, mereka akan mendapat gambaran dasar yang cukup baik tentang perusahaan,” kata Harper, dengan catatan Anda wajib verifikasi ulang AI tersebut kesalahan dan halusinasinya.
Ingat, Anda bisa meminta *chatbot* untuk menyertakan sumber rujukan, lalu akses tautan ke sumber informasi
Juga: