Dalam suatu kunjungan ke Damaskus, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kedua negara sepakat untuk bekerja sama guna menyediakan ‘lebih banyak keamanan serta peluang pembangunan bagi masyarakat kami’.
Diterbitkan Pada 5 Apr 20265 Apr 2026
Para pemimpin Ukraina dan Suriah telah berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama keamanan, ujar Presiden Volodymyr Zelenskyy, seiring Kyiv menawarkan keahlian militernya kepada pemerintah-pemerintah di kawasan Timur Tengah di tengah perang AS-Israel melawan Iran.
Zelenskyy mengadakan pembicaraan dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Damaskus pada Minggu, dalam kunjungan pertamanya ke ibu kota Suriah sejak mantan pemimpin Bashar al-Assad digulingkan pada 2024.
Rekomendasi Cerita
daftar 3 itemakhir daftar
Zelenskyy menulis di Telegram bahwa kedua pemimpin sepakat bekerja sama untuk menyediakan “lebih banyak keamanan dan kesempatan perkembangan bagi masyarakat kami”.
“Terdapat minat besar dalam pertukaran pengalaman militer dan keamanan,” tuturnya.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya telah menyerang target AS dan Israel, serta target di negara-negara Teluk, menggunakan berbagai rudal dan drone.
Ukraina, yang mengembangkan keahlian dalam menangkal serangan drone selama perang lebih dari empat tahun dengan Rusia, telah menawarkan keahlian negaranya selama kunjungan Zelenskyy ke negara-negara di kawasan ini, serta mengirim tim ke Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Selama kunjungannya ke negara-negara Teluk pekan lalu, Zelenskyy menandatangani perjanjian kerja sama militer jangka panjang dengan Arab Saudi dan Qatar.
Suriah diketahui tidak memiliki pertahanan udara yang mampu menghadapi drone atau misil Iran.
Zelenskyy juga mengatakan kepada al-Sharaa bahwa Kyiv merupakan pemasok pangan yang andal dan menyebut kedua pemimpin “mendiskusikan peluang bersama untuk memperkuat ketahanan pangan di seluruh kawasan”.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Turkiye di X, menteri luar negeri negara tersebut, Hakan Fidan, juga bertemu Zelenskyy di Damaskus pada Minggu, bersama rekannya dari Suriah, Asaad al-Shaibani, dan Andrii Sybiha dari Ukraina.
Pertemuan dengan para menteri luar negeri itu terjadi sehari setelah Zelenskyy mengunjungi Turkiye, bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyepakati “langkah-langkah baru” dalam kerja sama keamanan, serta membahas proyek infrastruktur gas bersama dan pengembangan ladang gas.