Dipublikasikan pada 27 Agustus 2025
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pejabatnya akan bertemu dengan perwakilan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di New York sebagai bagian dari upaya mediasi yang diperintensif untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Berbicara dalam pidato malamnya pada Rabu, Zelenskyy juga mengumumkan pengangkatan duta besar Ukraina yang baru untuk AS, menyebutkan mantan Menteri Kehakiman Olha Stefanishyna akan menggantikan Oksana Markarova, yang telah menjabat sejak 2021.
Zelenskyy mengatakan ia telah menggarisbawahi kepada Stefanishyna “tugas-tugas utama untuk menghidupkan kembali kinerja kedutaan kami”.
“Sebagian besar keamanan jangka panjang Ukraina bergantung pada hubungan dengan Amerika,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa memastikan kelanjutan transfer senjata dari AS merupakan prioritas utama.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, sebelumnya telah memberitahukan media AS bahwa ia berharap dapat mengadakan pembicaraan dengan pejabat Ukraina minggu ini.
Presiden AS tersebut telah menemui Zelenskyy awal bulan ini, hanya beberapa hari setelah menyelenggarakan pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.
Meski demikian, pertemuan yang diusulkan antara Zelenskyy dan Putin masih belum terwujud, dengan Zelenskyy pada Rabu mengecam “sinyal-sinyal yang sangat arogan dan negatif dari Moskwa seputar perundingan”.
Ia menyerukan agar “tekanan” diberikan untuk “memaksa Rusia mengambil langkah-langkah nyata”.
Pemimpin Ukraina itu berbicara ketika delegasi pemerintahannya sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah dan Eropa, mengunjungi Qatar pada Selasa dan Arab Saudi pada Rabu sebelum menuju Swiss pada Kamis.
Di Riyadh, Kepala Staf Zelenskyy Andriy Yermak mengatakan dalam sebuah postingan di Telegram bahwa ia telah bertemu dengan menteri pertahanan dan penasihat keamanan nasional Saudi.
Ia menyatakan bahwa pembicaraan berfokus pada jalur-jalur menuju perdamaian di Ukraina serta partisipasi Arab Saudi dalam proses ini.
Tidak ada pertemuan langsung yang direncanakan
Aktivitas diplomasi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022.
Tapi meskipun Trump mengadakan pertemuan puncak 15 Agustus dengan Putin di Alaska dan diskusi-diskusi lanjutan di Gedung Putih dengan Zelenskyy serta para pemimpin Eropa, sedikit kemajuan telah dicapai dalam negosiasi.
Putin berulang kali menuntut agar setiap penyelesaian mencakup kendali Rusia atas wilayah Donbas di Ukraina, sebuah posisi yang ditolak mentah-mentah oleh Kyiv.
Trump awalnya mengambil pendekatan konfrontatif terhadap Zelenskyy saat menjabat pada Januari, namun sejak itu melunak posisinya sembari menyuarakan kefrustrasian yang meningkat terhadap Putin.
Ia tetap skeptis terhadap bantuan AS untuk Ukraina, tetapi awal minggu ini mengatakan bahwa Washington akan menjamin keamanan Ukraina dalam setiap kesepakatan dengan Rusia.
Ia juga telah mengancam akan memberlakukan sanksi baru terhadap Moskwa jika pembicaraan terus mandek, tetapi tetap ambigu tentang ambisi teritorial Rusia.
Berbicara kepada wartawan pada Selasa, Trump mengakui prospek pertemuan Putin-Zelenskyy masih belum pasti.
Itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pekan lalu bahwa tidak ada pertemuan seperti itu yang direncanakan, dan menambahkan bahwa Putin akan siap sekali agenda yang jelas telah ditetapkan.
Zelenskyy sebelumnya telah mengundang Putin untuk pembicaraan langsung di Turkiye pada bulan Mei, tetapi pemimpin Rusia itu menolak.
Pertempuran terus berlanjut
Di tengah hiruk-pikuk diplomasi, pertempuran berlanjut di Ukraina pada hari Rabu.
Dalam pembaruan hariannya, Staf Jenderal Ukraina melaporkan bahwa pasukan Rusia meluncurkan dua serangan rudal dan 64 serangan udara, termasuk 109 bom udara berpandu, disamping 4.625 serangan artileri.
Itu termasuk 21 hujuman dari sistem peluncur roket berganda (MLRS) dan 3.891 drone kamikaze.
Serangan udara menyasar Stara Huta di wilayah Sumy, Bilohiria dan Preobrazhenka di Zaporizhia, serta Antonivka di Kherson, demikian pernyataan tersebut.
Pasukan Rusia juga melakukan serangan darat, merebut Zaporizke dan Novoheorhiivka di wilayah Dnipropetrovsk, lapor kelompok pemantau DeepState, sembari membuat kemajuan di dekat Shevchenko, Bila Hora, dan Oleksandr-Shultyno.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pertahanan udaranya menembak jatuh 191 drone Ukraina, enam bom udara berpandu, dan satu rudal berpandu jarak jauh dalam satu hari, menurut kantor berita negara TASS.