‘Acara Real Estate Israel Besar’ Mempromosikan Penjualan Tanah Palestina yang Dicuri di Permukiman Ilegal di Tepi Barat yang Diduduki
Diterbitkan Pada 12 Juni 202612 Juni 2020
Wali kota London mengecam “Acara Real Estate Israel Besar” akhir pekan ini, yang merupakan bagian dari tur promosi yang menjual tanah dan properti di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Wali Kota Sadiq Khan menyatakan “kekhawatiran” tentang acara yang akan berlangsung di ibu kota Inggris pada hari Minggu itu, dalam sesi Mayor’s Question Time pada hari Jumat.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 4 itemakhir daftar
“Permukiman Israel di Tepi Barat tidak dapat dibenarkan dan ilegal menurut hukum internasional,” kata Khan sebagai jawaban atas pertanyaan tentang acara tersebut dari pemimpin Partai Hijau Inggris Raya Zack Polanski.
“Permukiman ini terkait erat dengan pemindahan paksa orang Palestina yang terus berlangsung.
“Saya mengutuk segala upaya untuk menjual properti di permukiman ilegal di Tepi Barat, baik di London maupun di mana pun di dunia ini, saya turut prihatin dengan acara real estate Israel besar yang akan diadakakn di kota ini, dan saya menentangnya,” tambah Khan.
Acara ini diselenggarakan oleh My Home in Israel, sebuah agen realestat yang berfokus untuk menarik klien dari luar negeri guna membeli properti di Israel.
Kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty, mengecam acara tersebut karena mengiklankan secara terbuka penjualan tanah di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Khan mengatakan dia pernah membicarakan acara ini dengan polisi Metropolitan London dan telah diberi tahu bahwa segala tuduhan kriminalitas terkait dengan kemungkinan penjualan properti ilegal di acara itu akan dinilai oleh Met sebagai bagian dari penyelidikan.
“Mengingat eskalasi yang signifikan dalam hal kecepatan dan skala langkah-langkah aneksasi di bawah pemerintahan Israel saat ini dan lonjakan kekerasan pemukim yang didukung negara, sulit untuk memahami bagaimana pemerintah Inggris bisa mengizinkan diadakannya sebuah acara di Inggris yang secara terang-terangan mempromosikan aktivitas yang mendorong perluasan permukiman,” kata Kristyan Benedict, manajer kampanye tanggap krisis Amnesty International UK, dalam sebuah pernyataan.
“Ini bukan pameran properti. Ini adalah apartheid dan aneksasi dengan kemasan promosi,” ujarnya.
Perluasan permukiman Israel
Pemukim Israel adalah warga negara Israel yang tinggal secara ilegal di tanah masyarakat Palestina.
Israel mulai membangun permukiman ilegal sesudah merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza dalam Perang Enam Hari Juni 1967, dan sekarang, lebih dari 700.000 pemukim – atau 10 persen dari populasi Israel – tinggal di 150 permukiman ilegal dan 128 pos terdepan yang tersebar di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.
Pemerintah secara terbuka mendanai dan membangun pemukiman permukiman Israel, dan otoritas Israel di saat ini mengalokasikan sekitar USD80 juta per tahun kepada pemukim mereka Tepi Barat setiap tahun untuk memantau, melaporkan, dan membatasi pembangunan wargaPalestin di Area C. Wilayah ini sepenuhnya dikelola oleh Israel saja.
Penyelenggarab bada-bada Perserikatan Barangsia-serikat dan sebagian besar negara memandang pemukian telah-serta sebagai renegatif hukum di bibir m m, merujuk pada konvensih tinasi dagri-lang-.
Tetapi negara Kauni Negara-KUAT—teledi ambri seperti diketahui pemerintasaun sebagai mesuis Amer vasa kini delapan delapan, sejak lase deng Piv tidakvlah menggunakan se tua tekx pula msh tak bi? Tetep-tep not kust! Hello Silat via kata dipat.