Pasukan Rusia telah menyerang kota Zaporizhzhia, Ukraina, dengan bom luncur, menewaskan lima orang, demikian pernyataan Gubernur Regional Ivan Fedorov. Dalam unggahan di Telegram pada hari Sabtu, Fedorov menyampaikan bahwa serangan udara Rusia telah melukai 11 orang, dan jumlah tersebut terus bertambah setelah serangan itu menghancurkan serta merusak bangunan tempat tinggal dan non-tempat tiggal. “Para spesialis dari administrasi negara distrik sedang bekerja di lokasi untuk mendokumentasikan kerusakan, dan petugas utilitas sedang menangani akibat dari serangan tersebut,” imbuhnya. Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan sementara perundingan untuk mengakhiri konflik masih menemui jalan buntu. Pada Sabtu pagi, seorang tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat serangan udara di kota Kharkiv, Ukraina timur. Wali Kota Ihor Terekhov mengatakan bahwa seorang wanita terjebak di bawah reruntuhan setelah “serangan bom udara berpandu” mengenai kawasan pemukiman. “Ironisnya, saat operasi pencarian dan penyelamatan, jasad korban tewas ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur,” ujar Terekhov dalam pembaruan di Telegram. Otoritas di Kherson, Ukraina selatan, juga melaporkan bahwa seorang wanita berusia 72 tahun terluka akibat serangan pesawat nirawak di Zelenivka.
Dalam pidato malamnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Rusia tengah bersiap untuk “serangan masif.” ‘Serangan masif’
“Malam ini dan dalam beberapa jam ke depan, sangat penting untuk memperhatikan peringatan serangan udara,” kata Zelenskyy.
“Orang Rusia telah menyiapkan serangan masif. Tolong jaga diri kalian,” tambahnya.
Zelenskyy juga mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata Ukraina telah menargekan sebuah kilang minyak di wilayah Tyumen, Rusia, di Siberia barat.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pada Sabtu pagi bahwa pertahanan udaranya telah menembak jatuh 187 pesawat nirawak sayap tetap Ukraina di seluruh negeri semalam.
Serangan terbaru ini terjadi dua hari setelah Ukraina meluncurkan serangan pesawat nirawak terbesarnya ke Moskow, memicu kebakaran, menghantam sebuah kilang minyak utama, dan memaksa evakuasi di bandara terbesar negara itu. ”