Trump berseberangan dengan Rubio dengan menyatakan AS menyerang Iran karena ‘dia punya firasat’ Teheran akan menyerang Washington lebih dulu.
Dengarkan artikel ini | 3 min
Diterbitkan Pada 3 Mar 2026
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang pemerintahnnya terhadap Iran telah “berhasil melumpuhkan” angkatan udara dan angkatan laut negara tersebut.
“Kami berjalan sangat baik,” ujar Trump pada Selasa, dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelum pertemuan mereka.
Artikel Rekomendasi
“Mereka tidak punya angkatan laut; sudah dilumpuhkan. Mereka tidak punya angkatan udara; sudah dilumpuhkan. Mereka tidak punya deteksi udara—itu juga sudah dilumpuhkan,” kata Trump.
Komentar Trump disampaikan pada hari keempat serangan AS-Israel ke Iran, sementara Teheran menutup Selat Hormuz dan melanjutkan serangan balasan rudal serta dronenya terhadap target-target AS dan sekutu di kawasan Teluk.
‘Punya Firasat’
Trump mengungkapkan dia memerintahkan serangan terhadap Iran pada Sabtu karena “punya firasat” bahwa Iran akan menyerang lebih dahulu seiring mandeknya perundingan mengenai program nuklir mereka.
Ditanya apakah Israel mungkin telah “memaksanya” untuk menyerang Iran, Trump membalas, “Tidak, sebenarnya, sayalah yang mungkin memaksa mereka.”
Pada Senin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan AS menyerang Iran karena mengetahui Israel akan segera mengebom negara tersebut, dan karena pemerintahan Trump percaya Iran kemudian akan menyerang fasilitas-fasilitas AS di kawasan.
Melaporkan dari Washington, DC, Kimberly Halkett dari Al Jazeera mengatakan komentar Trump “akan menimbulkan kontroversi besar di AS karena presiden AS tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan perang kecuali ada ancaman terhadap AS.”
“Presiden AS tidak memberikan bukti apa pun mengenai hal itu,” tuturnya.
Harga Minyak Melonjak
Sementara itu, Merz, yang berada di Washington, DC untuk membahas kesepakatan dagang dengan AS serta perang Rusia yang berlanjut di Ukraina, menyuarakan dukungan bagi perang AS-Israel terhadap Iran. Namun dia berharap perang tersebut segera berakhir, karena merugikan ekonomi global.
“Ini, tentu saja, merusak ekonomi kita. Ini berlaku untuk harga minyak, dan juga harga gas. Jadi, itulah alasan mengapa kita semua berharap perang ini akan segera berakhir,” kata Merz kepada wartawan.
Trump menyatakan Jerman telah “banyak membantu” dengan mengizinkan pasukan AS mengakses pangkalan-pangkalan tertentu, dan memberikan perbandingan tajam dengan tindakan dua negara Eropa lain: Inggris Raya dan Spanyol.
“Mereka mengizinkan kita mendarat di area-area tertentu, dan kami mengharga itu. Mereka mempermudah. Kami tidak meminta mereka untuk menurunkan pasukan darat,” ujar Trump.
Merz mengatakan Jerman dan AS memiliki keinginan yang sama untuk menyingkirkan rezim Iran saat ini dan menyatakan akan berdiskusi dengan Trump mengenai langkah selanjutnya setelah operasi militer berakhir.
“Kami sependapat dalam hal mengenyahkan rezim buruk di Iran ini, dan kami akan berbicara tentang hari sesudahnya,” kata Merz.
Perang di Iran secara politis sensitif bagi Merz, yang menghadapi potensi backlash di dalam negeri atas dukungan Jerman terhadap operasi AS-Israel tersebut.
Pada Minggu, dia tidak menyampaikan kritik terhadap serangan udara AS, namun tidak secara penuh mendukung operasi yang oleh kritikus Trump dinilai dilakukan tanpa penjelasan memadai dan landasan hukum yang diperlukan dalam hukum internasional.