Laporan Berkembang
Presiden AS menyatakan bahwa operasi militer yang terfokus pada pemerintah Kolombia "terdengar bagus" baginya.
Diterbitkan pada 5 Jan 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengancam rekannya dari Kolombia, Gustavo Petro, menyusul penculikan pemimpin Venezuela oleh Washington. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah di Kuba kemungkinan besar akan segera jatuh.
Trump memberikan pernyataan ini pada Minggu malam saat berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One.
“Venezuela sangat sakit. Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh lelaki sakit yang gemar membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dan ia tidak akan bisa melakukannya lama lagi. Percayalah,” kata Presiden AS tersebut.
Ketika ditanya apakah yang ia maksud adalah operasi AS di Kolombia, Trump menjawab: “Terdengar bagus bagiku.”
Ia menambahkan bahwa intervensi militer AS di Kuba kecil kemungkinannya karena negara tersebut tampaknya siap runtuh dengan sendirinya.
“Kuba siap jatuh. Kuba, tampaknya siap runtuh. Saya tidak tahu bagaimana mereka, apakah mereka bisa bertahan, tetapi Kuba kini tidak punya pemasukan. Mereka mendapatkan semua pemasukan dari Venezuela, dari minyak Venezuela,” ujar Trump.
“Mereka tidak mendapatkannya lagi. Kuba benar-benar siap runtuh. Dan ada banyak warga Amerika keturunan Kuba yang hebat yang akan sangat senang dengan hal ini.”
Komentar Trump ini muncul sehari setelah pasukan AS menangkap dan menahan Maduro beserta istrinya dalam serangan mendadak di Caracas. Pemimpin Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, dijadwalkan menghadiri persidangan atas tuduhan terkait narkoba di New York pada Senin siang.
Dalam percakapan dengan wartawan di Air Force One, Trump juga menegaskan bahwa AS ‘yang berkuasa’ di Venezuela, meskipun Mahkamah Agung negara tersebut telah menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara.
Ia juga mengulangi ancaman untuk mengirim kembali militer AS ke Venezuela jika negara itu “tidak berperilaku baik”.
Trump tidak menyembunyikan ambisinya untuk memperluas kehadiran AS di belahan bumi Barat dan menghidupkan kembali Doktrin Monroe abad ke-19 yang menyatakan bahwa Amerika Latin berada di bawah pengaruh AS. Trump menyebut versi abad ke-21-nya sebagai “Doktrin Don-roe”.
Presiden AS ini sebelumnya juga telah mengancam baik Kolombia maupun Kuba. Di akhir pekan ia menyatakan bahwa Petro harus “awas” dan bahwa situasi politik di Kuba adalah “hal yang pada akhirnya akan kita bicarakan karena Kuba adalah bangsa yang gagal.”