Tiga petugas pemadam kebakaran tewas saat menangani kebakaran hutan di Amerika Serikat bagian barat, menurut Dinas Kebakaran Hutan AS. Dalam pernyataan pada hari Minggu, lembaga itu mengatakan para petugas ini sedang bertugas memadamkan Kebakaran Knowles dan Gore di perbatasan Utah-Colorado.
Lembaga yang didirikan awal tahun ini untuk menyederhanakan penanganan dan pengurangan kebakaran di lahan publik itu menyatakan “berduka dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan”. Mereka juga mengatakan dua anggota kru lainnya terluka saat merespons kebakaran, dan rincian lebih lanjut akan segera diumumkan.
Kematian ini terjadi di tengah musim kebakaran hutan yang sangat parah di AS, di mana cuaca panas, kering, dan angin kencang selama berhari-hari terus menyulut api di wilayah barat. Secara nasional, hampir tiga juta ekar (1,2 juta hektar) telah terbakar sejak awal tahun, melampaui rata-rata sepuluh tahun.
Setidaknya tiga lusin kebakaran hutan yang terjadi di AS hingga hari Minggu masih tergolong “tidak terkendali”, menurut pihak berwenang. Selama pekan terakhir, gubernur Utah dan Colorado sama-sama mendeklarasikan keadaan darurat.
Langkah ini memungkinkan Gubernur Utah, Spencer Cox, melarang kembang api menjelang liburan 4 Juli. “Hari ini, kita berduka untuk tiga pahlawan yang telah berkorban jiwa melindungi nyawa dan komunitas di perbatasan Utah-Colorado,” kata Cox dalam unggahan hari Minggu. Pemerintah negara bagian juga memperingatkan bahwa kekeringan dan kondisi kering terus menciptakan “potensi kebakaran hutan di atas normal”.
Gubernur Colorado, Jared Polis, mendeklarasikan keadaan darurat pada hari Sabtu, mengizinkan penggunaan Garda Nasional untuk memadamkan kebakaran. Arizona juga termasuk yang paling parah terkena dampak, dengan kebakaran hutan di selatan Grand Canyon dan dekat Gunung Kendrick. Bagian utara Arizona bahkan sempat padam listrik pada hari Sabtu, saat perusahaan utilitas setempat mematikan aliran listrik untuk mengurangi risiko kebakaran.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS menyatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan risiko kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir, dengan suhu tinggi, kekeringan panjang, dan kondisi kering yang menjadi bahan bakar api. Kebakaran di barat ini terjadi saat Eropa juga menghadapi gelombang panas bersejarah, yang diperkirakan akan melanda AS bagian timur pada hari Rabu.