Tersangka 32 Tahun Tewaskan Empat Orang dengan Tikaman sebelum Ditembak Deputi
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Ditulis oleh Staf Al Jazeera
Diterbitkan pada 25 Feb 2026
Bagikan di media sosial
Seorang pria berusia 32 tahun di Amerika Serikat menikam empat orang hingga tewas di luar sebuah rumah di Semenanjung Key, barat laut Tacoma, negara bagian Washington. Pelaku kemudian ditembak dan dibunuh oleh seorang deputi sherif Kabupaten Pierce.
Serangan itu berlangsung pada Selasa pagi. Deputi dari Kantor Sherif Kabupaten Pierce dikerahkan sekitar pukul 08.41 waktu setempat (16.41 GMT) menyusul laporan bahwa tersangka melanggar perintah larangan kontak, menurut The Associated Press.
Rekomendasi Cerita
Petugas mendapatkan salinan perintah larangan kontak tersebut, tetapi mendapati bahwa itu belum berlaku karena belum disampaikan kepada tersangka.
Mereka pergi untuk menyampaikan perintah itu secara langsung. Namun, saat petugas dalam perjalanan, pria 32 tahun itu diduga mulai menikam orang-orang di luar tempat tinggal, yang terletak di jalan buntu.
Beberapa saksi melaporkan melihat serangan itu sekitar pukul 09.30 (17.30 GMT). Dibutuhkan sekitar tiga menit bagi deputi pertama untuk tiba, dan tembakan dilepaskan pada pukul 09.33 (17.33 GMT), menurut pernyataan video yang dirilis otoritas setempat.
Tersangka dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Tiga korban penikaman tewas di lokasi, sementara korban keempat dilarikan ke rumah sakit. Orang tersebut kemudian meninggal karena lukanya, menurut Petugas Shelbie Boyd, juru bicara Tim Investigasi Kekuatan Kabupaten Pierce.
Tim Investigasi Kekuatan Kabupaten Pierce memimpin penyelidikan yang berlangsung terkait penembakan yang melibatkan deputi dan penikaman tersebut.
Namun, The Associated Press melaporkan bahwa tempat tinggal di mana penikaman terjadi tampaknya milik seorang perempuan yang mengajukan permohonan perintah perlindungan selama satu tahun terhadap putranya.
Ia menduga bahwa putranya telah membuat pernyataan mengancam dan menderita masalah kesehatan mental serta penyalahgunaan zat.
Catatan pengadilan menunjukkan ia menuduh putranya "menganiaya saya secara mental dan emosional", "merusak barang-barang pribadi", dan "menyakiti kucing saya".
Identitas tersangka dan korban belum dikonfirmasi secara publik.
Catatan yang ditinjau The Associated Press menunjukkan bahwa putra perempuan tersebut yang berusia 32 tahun telah menerima pemberitahuan tentang sidang untuk perintah pelarangan, tetapi ia tidak menghadiri proses tersebut.