Persidangan Senat bisa secara permanen melarang Sara Duterte memegang jabatan publik, mengancam posisinya sebagai calon terkuat untuk pemilu 2028.
Persidangan proses impeachment Wakil Presiden Filipina Sara Duterte telah dimulai di Manila. Ribuan polisi dikerahkan di sekitar gedung Senat pada hari Senin, saat para pengunjuk rasa mulai berkumpul.
Kamar Perwakilan Rakyat sebelumnya menjerat putri mantan Presiden Rodrigo Duterte dengan tuduhan korupsi, suap, dan rencana pembunuhan terhadap Presiden saat ini, Ferdinand Marcos. Duterte membantah semua tuduhan dan memilih diwakili oleh pengacara.
Hasil persidangan yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan ini bisa sangat menentukan. Jika terbukti bersalah oleh dua pertiga anggota Senat, Duterte bisa kehilangan kursi wakil presiden dan dilarang mencalonkan diri selamanya. Meski begitu, Duterte tetap unggul sebagai bakal calon presiden dengan 51 persen suara dalam jajak pendapat.
Hubungan Duterte dan Marcos sudah retak gara-gara pertikaian politik pasca pemilu. Konflik yang semakin buruk terjadi setelah ayah Duterte dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional.
Menjelang persidangan, sekutu Duterte di Senat sempat tertangkap, membuat dukungan untuknya makin diragukan. Sebelumnya, partai oposisi juga mengganti pimpinan Senat yang dekat dengan Duterte beberapa waktu lalu. Kejadian ini menunjukkan betapa kacau dan ketatnya perebutan kekuasaan di Senat.