Siap Siaga: Sekitar 1.500 Prajurit Dilaporkan Bersiap Diterjunkan ke Minneapolis

Seorang pejabat pertahanan AS menginformasikan kepada CBS News, mitra BBC di Amerika, bahwa pasukan militer berada dalam siaga untuk kemungkinan dikerahkan ke Minneapolis.

Pejabat itu menyatakan, 1.500 prajurit yang saat ini berada di Alaska merupakan salah satu opsi bagi presiden jika memutuskan untuk menggunakan personel militer aktif, seiring berlanjutnya unjuk rasa anti-Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di kota tersebut pada hari Sabtu.

Belum ada keputusan akhir mengenai pengerahan pasukan dari Alaska, tutur pejabat tersebut.

Pemerintah Minnesota telah mendesak para pengunjuk rasa agar tetap tertib dan damai selama demonstrasi, setelah seorang agen ICE menembak mati warga negara AS Renee Good awal bulan ini.

Pasukan tersebut merupakan bagian dari Divisi Lintas Udara ke-11 di Fort Wainwright, tambah pejabat itu.

Hal ini terjadi bersamaan dengan dikeluarkannya perintah oleh seorang hakim federal AS yang membatasi taktik pengendalian massa yang boleh digunakan oleh agen ICE terhadap pengunjuk rasa yang “damai dan tidak menghalangi” di Minneapolis.

Hakim Katherine Menendez sebelumnya memutuskan bahwa agen federal dilarang menangkap atau menyemprotkan gas air mata terhadap demonstran yang damai, termasuk mereka yang memantau atau mengawasi kegiatan agen ICE.

Garda Nasional negara bagian telah dimobilisasi dan ditempatkan dalam status siaga oleh Gubernur Tim Walz, sementara sejumlah aparat penegak hukum lainya telah dikerahkan ke Minneapolis sebelum unjuk rasa anti-ICE dimulai.

Unjuk rasa terkini di kota itu dipicu oleh aksi besar-besaran ICE, serta menyusul kematian Good pada 7 Januari.

Pemimpin kota menyatakan Good hadir sebagai pengamat hukum terhadap aktivitas ICE.

Namun, administrasi Trump menyebutnya sebagai “teroris domestik”.

Kematian Good memicu protes di berbagai penjuru negeri, dengan banyak orang membawa spanduk bertuliskan “Keadilan untuk Renee”.

MEMBACA  Apakah Saham Twilio Siap untuk Perubahan Besar pada 2026?

Tinggalkan komentar