Ana Faguy dan
Christal Hayes
Los Angeles
Petugas Patroli Jalan Raya California mengambil foto-foto kerusakan akibat pecahan peluru yang dikatakan berhamburan bak kerikil dari langit.
Pecahan artileri yang meledak selama perayaan Hari Jadi ke-250 Korps Marinir AS menghantam setidaknya dua kendaraan di sebuah jalan raya California pada hari Sabtu, menurut para pejabat.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance ini melibatkan penembakan amunisi hidup. Patroli Jalan Raya California menyatakan satu proyektil “meledak di udara secara prematur” dan mengenai dua kendaraan yang merupakan bagian dari rombongan pengawal Vance.
Insiden ini terjadi di tengah perselisihan antara pejabat negara bagian dan Gedung Putih mengenai keputusan menutup sebagian Interstate 5 untuk acara di California Selatan itu.
“Menembakkan amunisi hidup di atas jalan raya yang sibuk bukan saja keliru – tapi juga berbahaya,” ujar Gubernur Gavin Newsom, seorang Demokrat.
Patroli jalan raya menyatakan tidak ada laporan korban luka-luka dan mereka telah memberitahu Korps Marinir, yang kemudian membatalkan penembakan amunisi lebih lanjut.
“Ini merupakan situasi yang tidak biasa dan mengkhawatirkan,” kata Kepala Divisi Perbatasan Tony Coronado dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa latihan semacam ini tidak lazim dilakukan di atas jalan bebas hambatan yang aktif.
Newsom mengatakan dia menutup sebagian Interstate 5 “akibat risiko keselamatan jiwa yang ekstrem dan gangguan bagi pengemudi, termasuk ledakan keras yang tiba-tiba dan tak terduga”.
Namun, sebelum insiden ini diketahui, pejabat dari kantor wakil presiden membantah bahwa demonstrasi tersebut berbahaya dan menuduh gubernur California berupaya menimbulkan ketakutan.
BBC telah menghubungi Gedung Putih dan kantor wakil presiden mengenai insiden pecahan peluru ini.
“Jika Gavin Newsom ingin menentang latihan yang memastikan Angkatan Bersenjata kita menjadi pasukan tempur paling mematikan di dunia, silakan saja,” kata William Martin, direktur komunikasi Vance, kepada CNN, sebelum laporan tentang insiden tersebut diketahui.
“Tidak mengejutkan dia bisa merendahkan diri sedemikian rupa mengingat rekam jejak kegagalannya yang menyedihkan sebagai gubernur.”
Getty Images
Marinir menembakkan artileri hidup sebagai bagian dari demonstrasi memperingati hari jadinya yang ke-250
Newsom menanggapi insiden militer ini dengan menyatakan bahwa “Donald Trump dan JD Vance membahayakan nyawa untuk sebuah pertunjukan”. Dia menambahkan bahwa jika mereka ingin menghormati pasukan, seharusnya mereka berupaya untuk membuka kembali pemerintah federal, yang kehabisan dana pada awal Oktober.
Pasukan Ekspedisioner Marinir Pertama di Camp Pendleton dalam pernyataannya menyatakan telah mengetahui insiden yang melibatkan peluru 55 milimeter yang ditembakkan selama acara, dan bahwa sebuah penyelidikan sedang dilakukan.
“Demonstrasi ini telah melalui evaluasi keselamatan yang ketat dan lapisan-lapisan redundansi yang disengaja, untuk memastikan keamanan warga,” bunyi pernyataan itu.
“Dengan mengikuti protokol keselamatan yang berlaku, penembakan dihentikan. Tidak ada korban luka dan demonstrasi berakhir sesuai jadwal.”
Dalam laporan polisi, petugas Patroli Jalan Raya California menyatakan bahwa dua kendaraan yang rusak, yang merupakan bagian dari rombongan Vance, kemudian dikirim untuk menjaga jalan bebas hambatan dan memastikannya tetap tertutup selama acara.
Para petugas menulis dalam laporan bahwa mereka melihat proyektil artileri gagal melintas di atas jalan raya dan meledak di dekat jalur arah selatan.
Salah satu petugas mengatakan bunyinya seperti kerikil yang menghujani sepeda motor patrolinya. Beberapa pecahan peluru ditemukan, termasuk satu yang menyebabkan penyok pada kap mobil patroli.
Tonton: Vance menyaksikan latihan militer yang melibatkan jet, helikopter, dan pendaratan amfibi
Marinir menyatakan demonstrasi ini merupakan yang terbesar dalam satu dekade di daratan AS, dan melibatkan pesawat tempur, kapal Angkatan Laut, helikopter, serta tembakan hidup dari howitzer yang ditarik.
Dalam pidatonya di depan ratusan marinir, Vance mengenang masa tugasnya di kesatuan tersebut, mengkritik keras penutupan pemerintah, serta mencela inisiatif keberagaman militer sebelumnya.
“Saya tidak akan berada di sini hari ini, tidak akan menjadi wakil presiden Amerika Serikat, tidak akan menjadi pria seperti saya sekarang andai bukan karena empat tahun saya mengabdi di Korps Marinir,” ujarnya.
Vance menghabiskan empat tahun di Marinir dan bertugas di Irak pada 2005.
Namun, pidatonya sebagian besar berfokus pada politik, dan sebagian menyerang aspek “woke” dalam militer.
“Itulah tujuan bersama kita, misi bersama kita, dan fakta bahwa setiap orang di sini mengalirkan darah hijau Marinir,” katanya.
Getty Images
Salah satu fokus pemerintahan Trump adalah menghapus inisiatif keberagaman, khususnya di dalam Pentagon.
Vance juga menggunakan kesempatan berbicara itu untuk mengkritik keras penutupan pemerintah yang telah berlangsung hampir tiga minggu dan menyalahkan Partai Demokrat, khususnya Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer.
“Saya membawa salam hari ini dari panglima tertinggi kita, Donald J Trump, dan dia menyuruh saya menyampaikan kepada setiap satu dari kalian bahwa ia bangga pada kalian, mencintai kalian, dan bahwa meskipun ada penutupan pemerintah oleh Schumer, ia akan melakukan segala daya untuk memastikan kalian dibayar tepat sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Sementara ribuan pekerja federal bekerja tanpa dibayar, Departemen Pertahanan tetap membayar gaji pasukan.
Getty Images