Serangan Israel Semalaman Tewaskan Empat Orang di Lebanon

Media dan otoritas Lebanon melaporkan serangan mematikan tersebut sementara upaya-upaya mencari solusi diplomatik atas konflik terus berlanjut.

Dengarkan artikel ini | 3 menit

Diterbitkan Pada 15 Mar 2026

Serangan Israel semalam di Lebanon selatan menewaskan setidaknya empat orang, menurut media negara dan pemerintah Lebanon.

Badan Berita Nasional (NNA) milik negara Lebanon mengatakan pada Minggu bahwa pasukan Israel menghantam “sebuah apartemen di gedung residensial” di distrik utara kota pesisir Sidon, menewaskan satu orang dan menyebabkan kebakaran.

Di tenggara Sidon, di desa al-Qatrani, tiga orang tewas dalam serangan Israel lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Israel sedang menghadapi front kedua dalam perang di Timur Tengah di Lebanon selatan, dengan pasukannya menargetkan kelompok Hezbollah, di samping kampanye udara melawan Iran yang diluncurkannya bersama Amerika Serikat lebih dari dua minggu lalu.

Militer Israel mengatakan dalam pernyataan pada Minggu bahwa mereka terus menghantam infrastruktur yang digunakan Hezbollah di seluruh Lebanon, dan mengenai beberapa “situs peluncuran” milik kelompok tersebut di al-Qatrani, di mana dikatakan kelompok yang didukung Iran itu sedang mempersiapkan peluncuran misil. Mereka juga menyatakan telah menghancurkan “pusat komando” milik Pasukan Radwan Hezbollah di Beirut.

Angkatan darat Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi paksa segera bagi penduduk di beberapa lingkungan di ibu kota Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara angkatan darat Avichay Adraee mendesak warga Haret Hreik, Ghobeiry, Laylaki, Hadath, Burj al-Barajneh, Tahwitat al-Ghadir, dan Shiyah “untuk segera pergi dan tidak kembali hingga pemberitahuan lebih lanjut”, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Dia mengatakan angkatan darat Israel akan “beroperasi secara keras” di wilayah-wilayah ini, mengutip apa yang disebutnya aktivitas Hezbollah di lingkungan-lingkungan tersebut. Adraee mengancam “akan menargetkan siapa pun yang berada di dekat fasilitas, personel, atau peralatan militer Hezbollah di lokasi-lokasi itu”.

MEMBACA  Lebih dari setengah juta warga Palestina melarikan diri saat Israel meningkatkan serangan di Gaza | Berita Perang Israel di Gaza

Hezbollah mengatakan pada Minggu bahwa mereka juga menargetkan beberapa posisi pasukan Israel di desa-desa dekat perbatasan.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan udara Israel telah menewaskan 826 orang di Lebanon sejak dimulainya perang terkini, yang bermula pada 2 Maret.

Upaya-upaya Perundingan

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun telah mengusulkan negosiasi dengan Israel. Namun Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah tidak berencana mengadakan pembicaraan langsung dengan Lebanon dalam hari-hari mendatang.

Surat kabar Haaretz Israel melaporkan pada Sabtu bahwa Israel dan Lebanon diperkirakan akan mengadakan pembicaraan langsung dalam hari-hari mendatang.

Sumber dekat Hezbollah memberi tahu Al Jazeera bahwa kelompok tersebut belum menerima inisiatif atau tawaran serius apa pun untuk negosiasi.

“Posisi Hezbollah penting karena setiap kesepakatan tanpa kerja sama mereka akan sangat sulit untuk diimplementasikan oleh pemerintah Lebanon,” kata Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Beirut.

“Presiden dan perdana menteri Lebanon menawarkan negosiasi langsung dengan Israel, dan itu merupakan konsesi besar karena ini adalah isu yang sangat memecah belah di Lebanon, mengingat Israel adalah musuh lama.”

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pekan lalu pemerintah Lebanon siap untuk terlibat dalam “pembicaraan langsung” dengan Israel sembari menawarkan diri menjadi tuan rumah negosiasi di Paris, dengan peringatan bahwa “segala hal harus dilakukan untuk mencegah Lebanon terjerumus ke dalam kekacauan”.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres baru-baru ini mengatakan rakyat Lebanon telah “tertarik ke dalam” sebuah perang, seraya menyerukan penghentian pertempuran di tengah serangan Israel yang berlanjut di beberapa wilayah negara itu.

Tinggalkan komentar