Serangan Drone Rusia Rusak Area Dekat Pembangkit Nuklir Chornobyl | Berita Perang Rusia-Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan "yang sangat keji" yang tidak menyebabkan lonjakan radiasi.

Diterbitkan pada 7 Jun 2026

Pasukan Rusia menyasar fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat pembangkit listrik Chornobyl, Ukraina, kata Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Serangan pada hari Minggu tersebut merusak secara signifikan sebuah gedung penerima bahan bakar yang hanya beberapa meter dari tempat "sejumlah besar material nuklir" disimpan, menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang mengatakan bahwa mereka telah mendapat pengarahan dari Ukraina.

Cerita Rekomendasi

daftar 4 item
akhir daftar

Rusia secara rutin menyerang kota-kota dan infrastruktur Ukraina dengan drone serta rudal sejak invasi skala penuh mereka pada tahun 2022. Pada Februari 2025, Rusia diduga menggunakan drone Shahed untuk merusak kubah pelindung di atas reaktor Chornobyl yang hancur akibat ledakan dan kebocoran pada April 1986.

Zelenskyy menyebut serangan hari Minggu sebagai sesuatu yang "sangat keji", menuduh Rusia menggunakan drone serangan Shahed.

"Hingga saat ini bmean, tidak ada pembacaan yang melebihi level radiasi latar belakang normal. Namun, pasti ada peningkatan dalam keberanian Rusia, yang sudah lama melampaui batas wajar," katanya.

Badan atom negara Kyiv, Energoatom, mengatakan tidak ada bahan bakar bekas yang disimpan di gedung tersebut pada saat serangan. Kebakaran yang terjadi berhasil dipadamkan dan tidak ada laporan korban luka.

Rusia belum memberikan komentar publik terkait serangan yang ditudingkan pada fasilitas yang berlokasi sekitar 15 km dari pabrik Chornobyl, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia.

Dalam sebuah pernyataan resmi, IAEA mengatakan bahwa tim mereka akan segera mengunjungi lokasi "untuk memeriksa dampaknya".

Drone tewaskan dua orang di Ukraina

Di tempat lain di Ukraina, pejabat setempat mengatakan serangan drone Rusia pada hari Minggu menewaskan setidaknya dua orang.

MEMBACA  Pasukan Israel Menyerang di Zona Kemanusiaan; Puluhan Dilaporkan Tewas

Seorang pria berusia 56 tahun yang bekerja sebagai sopir minibus tewas di wilayah Zaporizhia, selatan Ukraina, menurut layanan darurat Ukraina di Telegram.

Seorang pria berusia 59 tahun tewas dalam serangan terpisah di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tengah, ketika drone dan bom udara Rusia menghujani dua distrik, demikian diunggah oleh kepala militer regional Oleksandr Ganzha di Telegram.

Serangan itu juga melukai seorang pria berusia 35 tahun dan merusak infrastruktur, kata Ganzha.

Menurut angkatan udara Ukraina, Rusia menargetkan negara itu dengan 236 drone semalam, 215 di antaranya berhasil dicegat.

Zelenskyy akan temui sekutu di Inggris

Serangan-serangan ini terjadi saat para pemimpin dunia berkumpul di Inggris untuk membahas cara meningkatkan tekanan pada Moskow terkait perang yang berlangsung selama empat tahun tersebut.

Zelenskyy akan bertemu dengan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris lebih lanjut pada hari Minggu di London untuk pembicaraan mengenai langkah ke depan, seiring dengan kemunduran militer Rusia.

Kelompok yang disebut E3 dari negara-negara Eropa telah menjadi pendukung utama Ukraina di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Zelenskyy mengusulkan pertemuan tatap muka dengan Vladimir Putin dalam sebuah surat terbuka kepada presiden Rusia pada hari Kamis, dengan mengatakan bahwa ia juga siap untuk "gencatan senjata penuh". Namun, Putin menolak tawaran itu, dengan mengatakan bahwa ia melihat nggak ada gunanya dalam pertemuan seperti itu untuk saat ini.

Tinggalkan komentar