Rusia Tewaskan Empat Warga Ukraina di Malam Jelang Peringatan Empat Tahun Perang | Berita Perang Rusia-Ukraina

Para menteri luar negeri Uni Eropa mengadakan pertemuan di Brussel guna mendiskusikan pinjaman untuk Kyiv serta paket sanksi ke-20 terhadap Rusia.

Dengarkan artikel ini | 3 menit

info

Setidaknya empat orang tewas dalam gelombang serangan Rusia terbaru di Ukraina, menurut pejabat setempat, tepat di malam peringatan keempat tahun perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Di wilayah selatan, dua orang meninggal pada Senin malam ketika drone Rusia menghantam infrastruktur industri, energi, dan sipil di kawasan Odesa, ujar Gubernur Oleh Kiper di aplikasi pesan Telegram.

Artikel Rekomendasi

list of 4 items
end of list

Kiper menyatakan serangan itu juga merusak fasilitas produksi dan gudang, gedung administrasi, lokasi dealers mobil, dan kendaraan.

Satu drone juga menghantam sebuah apartemen di gedung bertingkat tanpa meledak. Psikolog dari dinas darurat negara memberikan bantuan kepada para penghuni.

Kiper menambahkan bahwa kobaran api yang timbul telah dipadamkan oleh tim penyelamat, dengan layanan darurat dan municapal bekerja di lokasi kejadian.

Di wilayah tenggara Zaporizhia, Rusia melakukan lebih dari 750 serangan terhadap 44 permukiman, menewaskan dua orang di kota Zaporizhzhia, menurut gubernur wilayah tersebut, Ivan Fedorov.

Lebih ke utara, sebuah rudal menghantam distrik Kholodnogirsky di Kharkiv, ujar Wali Kota Ihor Terekhov dini hari Senin.

Ia tidak memberikan angka korban jiwa segera karena tim darurat masih bekerja menilai kerusakan.

Semalam, Ukraina mengklaim telah menjatuhkan 105 drone Rusia, sementara Rusia mengklaim mencegat 152 drone Ukraina.

Pendanaan dan Sanksi di Tengah Pertempuran Sengit

Juga pada hari Senin, para menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussel guna mendiskusikan pinjaman baru untuk Kyiv dan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia.

MEMBACA  Tragedi Kecelakaan Mematikan Boeing 737-800 Mendorong Overhaul Keselamatan Penerbangan Darurat Korea Selatan

Sanksi terhadap Rusia tersebut akan mencakup larangan terhadap layanan maritim terkait ekspor minyak mentah Rusia.

Komisi Eropa juga mengusulkan pembatasan keuangan tambahan untuk lebih membatasi kemampuan Rusia dalam melakukan pembayaran internasional guna mendanai aktivitas ekonomi.

Pinjaman tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan pemerintah Ukraina hingga akhir tahun 2027.

Pinjaman sebesar 90 miliar euro ($106 miliar) awalnya disepakati pada Desember dan telah disetujui oleh Parlemen Eropa.

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mengumumkan pada Jumat bahwa Budapest akan memblokir pinjaman tersebut kecuali pasokan minyak Rusia yang diekspor ke Hungaria melalui pipa Druzhba dilanjutkan kembali.

Sumber-sumber Ukraina menyebut aliran minyak telah terputus oleh pemboman Rusia sejak akhir Januari. Hungaria dan Slovakia, yang juga masih menerima minyak Rusia melalui pipa tersebut, menuduh pimpinan Ukraina sengaja mencegah dilanjutkannya kembali pengiriman.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul berbicara pada pers di awal Sidang Dewan Urusan Luar Negeri di Brussel, Belgia, 23 Februari 2026 [Olivier Matthys/EPA]

Posisi yang ‘Mengejutkan’

Sebelum pertemuan di Brussel, diplomat tertinggi Polandia Radoslaw Sikorski menyebut posisi Hungaria itu “mengejutkan”.

Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna mengatakan “sebenarnya tidak ada alasan untuk memblokir” sanksi tersebut karena penutupan pipa itu adalah kesalahan Rusia, bukan Ukraina.

“Jika kita tidak mampu memberlakukan sanksi terhadap Rusia, maka Rusia akan senang,” ujarnya.

“Saya terkejut dengan posisi Hungaria. Kami akan membahas ini dengan kolega kami dari Hungaria,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. “Saya juga yakin bahwa, pada akhirnya, kita akan berhasil.”

Tinggalkan komentar