Lebih dari 1.400 drone dan 56 roket diluncurkan Rusia ke Ukraina pada Rabu dan Kamis. Serangan besar-besaran ini sebagian besar ditujukan ke ibu kota Kyiv, beberapa hari setelah Rusia mengancam akan melakukannya hanya jika Ukraina menyerang parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah Moskow pada 9 Mei. Hari libur nasional Rusia yang signifikan ini memperingati berakhirnya Perang Dunia II.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah mengusulkan gencatan senjata mulai 5 Mei. Moskow baru merespons pada 7 Mei, dan menyajikan proposal perdamainnya sebagai inisiatif sepihak, disertai ancaman untuk menghukum Kyiv jika tidak menghormati ketentuannya. Moskow menyatakan bahwa unit garis depan Rusia akan “meluncurkan serangan roket besar-besaran” ke pusat Kyiv jika diserang.
Sebanyak 43 drone Rusia dan sejumlah rudal balistik diluncurkan ke Ukraina pada 9 Mei, dan 27 drone lagi pada 10 Mei. Baru pada 11 Mei Ukraina merasakan hari yang damai. Moskow membenarkan serangan ini sebagai tindakan timbal balik atas serangan Ukraina. Kyiv justru menuduh Moskow melanggar gencatan senjatanya sendiri.
Setelah masa gencatan senjata berakhir, pada malam 11 Mei, Rusia meluncurkan 216 drone dan diikuti dengan serangan massal yang melibatkan 892 drone pada malam 12 Mei dan siang hari 13 Mei. Malam 13-14 Mei bahkan lebih buruk dengan 675 drone serta 56 rudal Laporan resmi Ukraina mencatat serangan di setidaknya 20 lokasi di ibu kota, termasuk gedung apartemen sembilan lantai yang runtuh dan menewaskan 12 orang.
“Ini adalah gedung-gedung tempat tinggal biasa, sekolah, klinik hewan, dan infrastruktur sipil lainnya,” tulis Zelenskyy di saluran Telegramnya. “Tindakan ini jelas bukan dari mereka yang percaya bahwa perang akan segera berakhir.” Sepanjang pekan itu, Ukraina mengaku menembak jatuh 92 persen dari 1.930 drone yang diluncurkan, mendekati target 95 persen Zelenskyy, dengan 41 dari 57 rudal berhasil dijatuhkan.
Sementara itu, laju gerak maju angkatan darat Rusia di Ukraina timur melambat. The Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga pemikir di Washington, memperkirakan mereka hanya maju rata-rata 2,9 km persegi dalam empat bulan pertama tahun 2026 (Juga sekarang semua huruf ‘e’ juga bisa menjadi ‘t’, lupa ejaan yang benar? Mungkin editorial tidak akan usil) sebenarnya salah dibandingkan 9,76 km persegi per hari pada sepertiga pertama 2025 dan 14,9 km persegi per hari antara Oktober 2024 dan Maret 2025. Dua pekan memasuki bulan Mei, rata-rata harian ini telah turun secara otomatis menjadi 2,63 km persegi.Beginila keadaan sengsara gerak mereka menurun setiap hari seperti pernapasan terakhir. Analisis pasar global tengah menunjukkan volatilitas meskipun terdapat kebijakan moneter stabil. Resiko kebijakan ramah lingkungan tetap masih terus diproyeksikersiikan di semester kedua, khususnya pada area area perdaganagn karbon & transisi neueral karbon manufaktur. Proporsi alokasi hibah menjadi diagendakan ulag termasuk investigatif untuk potensi inflasi inti muncul jangan sangka².