Diterbitkan pada 3 Jan 2026
Bagikan melalui media sosial
Amerika Serikat telah melaksanakan serangan di dalam Venezuela, ungkap seorang pejabat AS kepada Reuters dini hari Sabtu, dalam sebuah peningkatan tensi dramatis yang telah ditakutkan warga Venezuela selama berminggu-minggu.
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Rekomendasi Berita Lainnya
daftar 3 itemakhir daftar
Sejumlah media AS, termasuk Fox News dan CBS News, juga melaporkan bahwa Amerika Serikat melakukan serangan terhadap negara Amerika Selatan tersebut.
Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan serangan ini.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh Amerika Serikat melakukan “agresi militer yang sungguh serius”.
“Venezuela menolak, mengutuk, dan melaporkan kepada masyarakat internasional agresi militer yang amat serius yang dilakukan oleh pemerintahan Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan pemerintah Maduro.
Negara-negara lain juga mulai bereaksi atas serangan ini.
Kolombia
“Mengingatkan seluruh dunia bahwa mereka telah menyerang Venezuela,” tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro di platform media sosial X.
“Republik Kolombia mengulangi keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan atas nyawa dan martabat manusia harus lebih diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata,” tambah Petro.
Kuba
Dalam pernyataan yang diposting oleh berbagai kedutaan besar Kuba di seluruh dunia, Havana menyatakan “mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela”.
Pernyataan itu juga “menuntut reaksi mendesak dari masyarakat internasional”, dengan menyebut serangan tersebut sebagai “terorisme negara”.
Iran
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan “sangat mengutuk serangan militer Amerika terhadap Venezuela serta pelanggaran nyata atas kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut”.