Putun Mengaku Langka BBM Gara-gara Serangan Ukraina

Dampak serangan rudal dan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, dari Moskow hingga Laut Hitam dan sekitarnya, sudah terlihat sejak lama.

Antrean panjang di pom bensin. Pembatasan bahan bakar dimana-mana. Kilang minyak terkena serangan. Pengemudi di Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia dilarang mengisi penuh tangki kendaraan mereka agar prioritas diberikan untuk kendaraan militer.

Namun situasinya sudah sangat genting sehingga kini secara eksplisit diakui oleh Presiden Vladimir Putin untuk pertama kalinya.

Akhir pekan lalu, presiden Rusia itu membahas krisis ini dengan pejabat senior dan para eksekutif minyak. Dan dalam pernyataan publiknya, ia jujur tanpa basa-basi.

“Kalian tahu betul bahwa masalah masih ada, baik bagi pengemudi maupun bisnis,” katanya dalam pertemuan itu. “Sayangnya, masih ada antrean di pom bensin., dan menemukan jenis bensin yang tepat tidak selalu mudah.”

Ia juga menyebut kesulitan yang dihadapi industri pertanian dan mengatakan hasil panen “tergantung pada” terpenuhinya jadwal pasokan bahan bakar.

Menurut Mediazona, media independen Rusia, 56 wilayah Rusia saat ini menerapkan pembatasan bahan bakar.

Belakangan, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia, Putin bahkan lebih terbuka.Ia mengakui serangan Ukraina “jelas menimbulkan masalah”: “Kami saat ini melihat adanya kekurangan tertentu,” katanya, “tapi itu tidak kritis.”

Ia berjanji untuk meningkatkan produksi pertahanan udara guna melindungi infrastruktur energi Rusia, dan mempercepat perbaikan kilang minyak yang berhasil dihantam Ukraina.

Di Krimea, Putin mengaku, hanya tersisa “persediaan beberapa hari” – tapi ia mengatakan “yakin” lebih banyak bahan bakar akan segera didatangkan.

Sangat tidak biasa bagi Putin untuk begitu terbuka tentang dampak serangan Ukraina dan konsekuensinya bagi rakyat Rusia. Tapi karena skala kelangkaan bahan bakar dan kesadaran publik yang diakibatkannya, ia mungkin tidak punya pilihan selain mengakui kenyataan sambil tetap bersikeras – seperti biasa – bahwa upaya perang Rusia terus maju.

MEMBACA  Ursula von der Leyen dari UE meminta lima tahun lagi sebelum pemungutan suara penting

Pengakuan atas kesulitan yang dialami di Krimea ini sangat penting, mengingat pentingnya simbolis semenanjung itu bagi banyak orang Rusia – dan khususnya bagi pemimpin Kremlin.

Sejak awal pendudukan Krimea pada 2014, Moskow telah mengubahnya menjadi pangkalan militer dan titik strategis untuk mengendalikan Laut Hitam, serta menggunakannya untuk melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi itu, Put

Tinggalkan komentar