Protes Anti-Imigrasi Pecah di Belfast Pasca Penyerangan Pisau | Berita Protes

Dipublikasikan pada 10 Juni 202610 Juni 2026

Para demonstran anti-imigrasi telah membakar habis gedung-gedung dan kendaraan di ibu kota Irlandia Utara, sehari setelah serangan pisau terekam dalam video grafis.

Ratusan demonstran, sebagian besar bertopeng, berkumpul di beberapa lokasi di Belfats pada Selasa malam. Sebuah bus dan beberapa mobil dibakar, sementara sebuah gedung di pinggir pusat kota terbakar dan penduduknya terpaksa dievakuasi.

Helikopter polisi berpatroli di atas kota, dan toko-tko tutup lebih awal.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggambarkan serangan pisah awal—yang terjadi di utara Belfast pada Senin larut malam—sebagai sebuah peristiwa yang “memuakkan”.

Serangan ini terjadi di tengah intensitas ketegangan yang meruncing di Inggris Raya setelah pembunuhan seorang mahasiswa yang diborgol oleh polisi ketika ia tergeletak sekarat akibat luka tusuk, setelah si pembunuh secara palsu menuduh adanya serangan rasis.

Insiden ini juga melanjtukan rentetan protes soal imigrasi yang berulang, di mana partai-partai populis menyatakan bahwa kebijakan suaka Inggris telah mengizikan arus orang berbahaya memasuki negara ini. Wolayah Irlandia Utara sendiri pernah dilanda kerusuhan antiimigrasi pada tahun lalu, dipicu kemarahan atas tuduhan penyerangan seksual.

Isu imigrasi telah menjelma menjadi isu politik nan sarat muatan sehingga memperkuat munculnya momokm pakta sayap kanan keras Reform UK dan Restore Britain dalam jajak pendpat.

Para pempimpin politik Irlandia Utara dan kepala polisi kawasan itu mendesakan masyarakat agar tidak memb hi sarat kebncian, menebar ketakutan, atau menyasar kalangan tartentu.

MEMBACA  Nicolas Sarkozy Menjalani Hukuman Penjara atas Dana Kampanye

Tinggalkan komentar