Presiden Lula Tegaskan Brasil Tolak ‘Perang Dingin Baru’

Lula menyatakan keinginannya untuk menyampaikan kepada Presiden AS Trump bahwa Brasil menghendaki semua negara diperlakukan ‘secara setara’.

Dengarkan artikel ini | 2 menit

Diterbitkan pada 22 Feb 2026

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan negaranya tidak menginginkan “Perang Dingin baru”, menjelang kunjungannya ke Amerika Serikat.

“Saya ingin mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kami tidak menginginkan Perang Dingin baru. Kami tidak ingin campur tangan di negara lain; kami ingin semua negara diperlakukan secara setara,” ujar Lula dalam konferensi pers penutup kunjungan tiga harinya di India, Minggu.

Rekomendasi Cerita

Presiden Brasil itu menolak berkomentar putusan Mahkamah Agung AS Jumat lalu, yang membatalkan banyak tarif Trump atas barang impor. Menanggapi putusan itu, Trump menyatakan tarif 15 persen akan diterapkan berdasarkan undang-undang berbeda.

Meski demikian, Lula mengatakan ia “yakin hubungan Brasil-AS akan kembali normal setelah percakapan kami,” sambil menambahkan Brasil hanya ingin “hidup dalam damai, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup rakyat.”

“Dunia tidak memerlukan lebih banyak gejolak; dunia membutuhkan perdamaian,” tambahnya.

Lula berharap dapat bertemu Trump pada pekan pertama Maret, dengan agenda mencakup perdagangan, imigrasi, dan investasi.

Walau Lula berselisih paham dengan Trump mengenai tarif, perang Israel di Gaza, penahanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS, serta Dewan Perdamaian Trump—kelompok negara yang merencanakan masa depan Gaza—hubungan kedua negara tampak membaik.

Pada November lalu, misalnya, pemerintahan Trump membebaskan ekspor kunci Brasil dari tarif 40 persen yang sebelumnya diterapkan.

Brasil-India

Pada Sabtu, Lula bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi setelah pemimpin Brasil itu tiba di New Delhi pada Rabu untuk menghadiri konferensi terkait Kecerdasan Buatan.

MEMBACA  Polisi Belanda Hadapi Kekerasan Tahun Baru yang 'Tak Terpreseden'

Kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama di bidang mineral kritikal dan logam tanah jarang, guna mendiversifikasi perdagangan.

Lula dan Modi menyepakati nota kesepahaman tidak mengikat tentang logam tanah jarang, yang membentuk kerangka kerja sama berfokus pada investasi timbal balik, eksplorasi, pertambangan, dan isu lainnya.

Mereka juga bersepakat mengenai kerangka hukum dan topik lain termasuk kewirausahaan, kesehatan, penelitian ilmiah, dan pendidikan.

https://revistas.unav.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Frevistas.unav.edu%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=slkBwT6

Tinggalkan komentar