Kepala polisi Fannie Masemola ditangguhkan saat Presiden Cyril Ramaphosa menghadapi tekanan untuk memberantas korupsi menjelang pemungutan suara.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah menangguhkan kepala kepolisian nasional setelah ia didakwa melanggar undang-undang keuangan terkait pemberian kontrak layanan kesehatan.
Komisaris Kepolisian Nasional Fannie Masemola ditangguhkan pada Kamis dalam skandal terbaru yang menerpa kepolisian Afrika Selatan. Ramaphosa berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk memberantas korupsi sebelum pemungutan suara dalam pemilihan lokal dimulai pada November.
Menteri kepolisian, komisaris nasional, dan wakilnya kini semuanya telah ditangguhkan atau ditempatkan dalam cuti, sebuah konsentrasi gejolak yang langka di puncak aparat keamanan.
Masemola dituduh melanggar undang-undang pengadaan barang dan jasa dalam pemberian tender kepolisian senilai 360 juta rand ($21,7 juta) untuk layanan kesehatan kepada perusahaan Medicare24. Perusahaan tersebut dijalankan oleh pengusaha Vusimuzi “Cat” Matlala, yang diduga memiliki kaitan dengan kejahatan terorganisir. Kontrak itu sejak itu dibatalkan.
Jaksa menyatakan bahwa Medicare24 berkolusi dengan pejabat polisi untuk mengamankan tender penyediaan layanan kesehatan bagi kepolisian. Matlala menerima pembayaran sedikit lebih dari 50 juta rand ($3,03 juta) sebelum kontrak tersebut dibatalkan.
Masemola sempat hadir di pengadilan pada Selasa untuk menghadapi empat dakwaan pelanggaran Undang-Undang Keuangan Publik, namun sidang ditunda hingga 13 Mei. Ia membantah tuduhan tersebut.
“Mengingat keseriusan tuduhan ini dan peran krusial yang dimainkan oleh komisaris nasional kepolisian, … saya telah setuju dengan Jenderal Masemola bahwa ia dianggap menjalani penangguhan preventif sambil menunggu kesimpulan kasus,” kata Ramaphosa kepada wartawan.
Kepala petugas keuangan kepolisian, Letnan Jenderal Puleng Dimpane, akan bertindak sebagai komisaris sementara, kata Ramaphosa, seraya menggambarkannya sebagai sosok yang memiliki “reputasi profesionalisme dan integritas”.
Penangguhan Masemola menyusul berbagai tuduhan korupsi yang meluas dalam sistem peradilan pidana yang diungkapkan oleh sebuah komisi penyelidikan yang ditunjuk oleh Ramaphosa tahun lalu.
Komisi tersebut dibentuk pada Juli setelah seorang pejabat senior polisi menuduh korupsi dan campur tangan politik telah mengompromikan penyelidikan kriminal. Akibatnya, Ramaphosa menempatkan mantan menteri kepolisian Senzo Mchunu dalam cuti.
Kasus Masemola menambah rentetan skandal korupsinya yang telah mengikis kepercayaan publik terhadap koalisi penguasa Afrika Selatan menjelang pemilihan lokal, di mana penanganan korupsi dapat menjadi isu kunci bagi para pemilih.