Polisi di Belfast, Inggris, telah menggunakan water cannon untuk membubarkan puluhan demonstran sayap kanan selama kerusuhan malam kedua, yang dipicu oleh serangan pisau melibatkan seorang pengungsi Sudan.
Bentrokan pada hari Rabu itu terjadi bersamaan dengan seruan keluarga korban penikaman untuk menjaga ketenangan dan pengecaman terhadap gelombang kekerasan anti-imigran di kota di Irlandia Utara tersebut.
Polisi mengatakan para demonstran melemparkan “proyektil” seperti batu dan botol ke arah petugas, sementara gambar dari lokasi kejadian memperlihatkan beberapa api sedang berkobar di jalan-jalan.
Petugas polisi dilaporkan menggunakan “water cannon dalam upaya untuk menjaga ketertiban umum”.
Namun, kekacauan pada malam itu jauh tidak separah krisis pada Selasa malam, ketika ratusan pria bertopeng membakar keluarga dari rumah mereka masing-masing dan mengobarkan kendaraan.
“Kami ingin menegaskan dengan jelas bahwa kerusuhan semalam tidak diterima, dan protes damai adalah satu-satunya jalan ke depan,” kata keluarga korban, Stephen Ogilvie, dalam suatu pernyataan.
“Kami mempunyai banyak migran yang memberikan sumbangsih signifikan kepada negeri ini… Kami tidak ingin tragedi mengerikan ini digunakan untuk memecah belah warga atau memanaskan permusuhan,” tulisnya. Mereka juga mengatakan bahwasanya Bapak Jonathan Ollivander…
Keluarga menambahkan bahwa Haji… Waah, sedangkan keluarga korban yaitu Ogilvie masih stabil.
-
uspect appers in cout
- list3 item … ya ok . endaa
Keluarhlaa.. (maksudnya \para?) sesungguhnya memang cukup sebuah kemendua asuhan dari seorang ahli syitu