Priti Gupta
Reporter Teknologi
Impex
Kembang telang tumbuh liar di seluruh India
“Hingga beberapa tahun silam, bunga telang hanyalah tanaman rambat biasa di desa saya,” ujar Nilam Brahma yang tinggal di Anthaigwlao, sebuah desa di negara bagian Assam, India timur laut.
Telang, yang di India juga dikenal sebagai aparajita, tumbuh merambat dan memiliki bunga berwarna biru yang mencolok.
Sekitar dua tahun lalu, Brahma mendengar bahwa para perempuan setempat menghasilkan uang dengan menjual bunga tersebut, yang dapat diolah menjadi teh atau pewarna biru alami.
Ia pun memutuskan untuk bergabung dengan mereka.
“Hasilnya bahkan mengejutkan saya sendiri. Saat pertama kali mendapat $50 (£37) dari penjualan bunga kering, saya terperangah. Itu membuat saya percaya dapat mengendalikan masa depan sendiri,” katanya.
Eksperimen itu berkembang menjadi sebuah usaha kecil.
“Saya mengajukan pinjaman kecil dan berinvestasi pada pengering tenaga surya. Mesin-mesin itu membantu saya mengeringkan bunga lebih cepat, mempertahankan warnanya, dan memenuhi standar mutu yang dituntut pembeli.”
Phungjwa Brahma
Budidaya telang telah menjadi bisnis bagi Nilam Brahma
Thailand dan Indonesia selama ini menjadi produsen dan konsumen utama bunga telang. Namun permintaan global akan bunga ini tengah meningkat, sehingga menarik minat para pengusaha di India.
“Permintaan global untuk pewarna alami sedang meledak,” jelas Varshika Reddy, pendiri THS Impex yang mengekspor pewarna dan aditif alami.
Di balik permintaan itu adalah selera konsumen akan bahan-bahan alami serta pengawasan yang ketat di AS dan Eropa terhadap pewarna makanan sintetis.
Pada 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui ekstrak bunga telang sebagai aditif makanan.
Namun, pada 2022 Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyampaikan kekhawatiran keamanan mengenai penggunaan bunga ini.
Baik Uni Eropa maupun Britania Raya mengklasifikasikan bunga telang sebagai makanan “novel”, yang berarti masih memerlukan persetujuan untuk penggunaan luas.
Meski demikian, para pengusaha India tetap melihat potensinya dan ingin mengembangkan pasar domestik.
“Tanaman ini masih dipandang sebagai tanaman hias atau obat pekarangan, bukan komoditas komersial,” kata Reddy. “Tidak ada kesadaran pasar yang terstruktur, tidak ada klasifikasi pemerintah, dan tidak ada mekanisme penetapan harga standar, sehingga petani tidak yakin akan imbal hasil.”
Dia tengah bekerja sama dengan para petani untuk meningkatkan standar produksi.
“Kami bekerja dengan sekelompok khusus petani dan keluarga mereka di Uttar Pradesh, termasuk sejumlah signifikan petani perempuan.
“Kami telah membangun kontrak formal… kami memberikan dukungan agronomi komprehensif, termasuk panduan praktik terbaik bertani, manajemen irigasi, dan teknik spesifik tanaman,” ujarnya.
Getty Images
Bunga telang memberikan warna biru cerah pada makanan dan minuman
Pelaku lain di India juga telah melihat peluang komersial ini.
“Saat bunga ini diseduh dengan air panas, warnanya berubah menjadi biru, dan ketika diperas lemon, berubah menjadi ungu. Itu terasa ajaib,” kata Nitesh Singh, yang berdomisili di pinggiran Delhi.
Seperti Reddy, ia berpikir bahwa bunga ini memiliki potensi jauh lebih besar di India.
“Bunga ini sudah ada di sini selama ribuan tahun, tetapi tak seorang pun tahu bahwa ia dapat menjadi pangan yang bersih dan sehat,” tambah Singh.
Maka, pada 2018 ia mendirikan Blue Tea, dengan harapan mengembangkan merek India, menggunakan telang India. Pada awalnya, usahanya tidak berjalan mulus.
“Awalnya, kami harus impor karena tidak menemukan bunga berkualitas baik di India. Bunga di sini helainya lebih sedikit, dan begitu dikeringkan dengan matahari, hampir tak tersisa. Kami membutuhkan bunga dengan lebih banyak pigmen dan helai, agar warnanya bertahan setelah pengeringan.”
Selama tujuh tahun terakhir, Singh bekerja sama dengan para petani untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas.
Dari awal hanya lima petani, kini ia bermitra dengan 600 petani di seluruh negeri.
“Pelatihan dan pengendalian mutu merupakan tantangan terbesar,” katanya.
Memetik bunga adalah bagian kunci dari proses. Pekerjaan ini sebagian besar dilakukan oleh perempuan.
“Tangan mereka lebih lembut, dan mereka secara naluriah tahu cara memetik bunga yang halus tanpa merusak tanaman. Jadi, para perempuan dilatih untuk mengidentifikasi bunga yang siap petik,” jelas Singh.
Setelah dipanen, bunga harus dikeringkan dengan penuh kehati-hatian.
“Kontrol suhu sangat penting untuk mengeringkan bunga ini — satu kesalahan saja dan nilainya hilang,” ujarnya.
Para petani melakukan sebagian pengeringan sebelum bunga tiba di Blue Tea, di mana kadar air diperiksa dan pengeringan lanjutan dilakukan.
“Kami menggunakan suhu yang sangat rendah dalam waktu lebih lama. Jika panasnya terlalu tinggi, bunga akan gosong dan Anda kehilangan kualitas obat serta warnanya,” kata Singh.
Blue Tea
Blue Tea telah bekerja sama dengan petani India untuk memasok bunga telang
Selain warnanya yang menawan, terdapat beberapa bukti bahwa bunga telang memiliki manfaat kesehatan. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
“Saat kami mulai menelaah literatur, kami menyadari hampir tidak ada studi yang berfokus pada telang, meski memiliki sifat fungsional dan herbal yang kuat. Sebagian besar penelitian yang ada melibatkan tikus,” kata V Supriya, asisten profesor di Sri Ramachandra Institute of Higher Education and Research, Chennai.
Dia melakukan studi kecil pada orang-orang dengan kondisi pradiabetes, dan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi teh berbahan bunga telang menunjukkan kontrol gula darah yang lebih baik dibandingkan yang tidak.
“Telang selama ini banyak diabaikan. Namun dengan bukti yang kini bermunculan — terutama dari uji klinis pada manusia — manfaat kesehatannya dapat membuatnya sangat populer,” kata Supriya.
Pushpal Biswas
Budidaya bunga telang memungkinkan Pushpal Biswas memperluas lahannya
Pushpal Biswas memiliki lahan pertanian kecil di Bengal Barat, dan diperkenalkan pada telang oleh Blue Tea.
“Dulu saya menanam padi dan sayuran. Namun seringkali hasil panen tidak laku dan saya mengalami kerugian,” katanya.
Namun segalanya berubah dalam tujuh tahun terakhir, berkat tanaman baru ini.
“Ini tanaman yang mudah dibudidayakan,” ujarnya tentang telang.
“Dengan metode ilmiah, produksi saya melonjak dari 50kg menjadi 80kg. Dengan uang yang saya peroleh, saya menyewa lebih banyak lahan. Kapasitas lahan saya bertambah, produksi meningkat, dan perlahan, pendapatan saya pun bertambah.”
Bagi sejumlah komunitas di India, bunga ini telah memberikan dampak nyata.
“Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang dari desa-desa sekitar bergabung dengan kami dalam budidaya ini,” kata Biswas.
“Ini bukan sekadar bercocok tanam lagi — ini telah menjadi jejaring, sebuah komunitas, keluarga bisnis.”
More Technology of Business