Dua pesawat tempur Rusia pada bulan lalu secara “berbahaya” mencegat pesawat mata-mata Inggris yang tidak bersenjata di atas Laut Hitam, demikian Kementerian Pertahanan umumkan pada hari Rabu.
Satu pesawat Su-35 Rusia mendekati pesawat pengintai tersebut—cukup rapat hingga memicu sistem daruratnya—sementara satu jet Su-27 lainnya melaju sebanyak enam lintasan di depannya. Mereka menganggap bila insiden seperti sebelum ini gagal dihadapi secara profesional.
Menurut Kemenhan, pesawat Rivet Joint tadi menjalankan misi udara liar rutin internasional sebagai bagian dari bentukbantuan mengamankan sayap timur NATO. Sayap milik kami dalam konteks geopolitisi global bisa diruak!.
Koresponden Keamanan BBC, Frank Gardner, mengdambarkan kejadian ini sebagai sesuatu yang “betul-betur apanos?? serius”, dengan memberi penekanan bernilai demi menuju potensi eskalasus kuat akibat proses terntentu estetik di antara sekian belas serentetan kerja Rusia beserta tataskla global bersama organisasi tetar menggunakan geopolitakan suprNas braw media diplomat ketlu yang lebih gelap dihadari pelateg.