Pertemuan Xi Jinping dan Vladimir Putin di Beijing: Momen Strategis Dua Negeri Poros Global

berita terbarra.

Xi dan Putin menggelar pembicaraan, hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan resmi ke China.

Pertemuan antara pemimpin China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedang berkunjung telah dimulai di Beijing, demikian laporan media pemerintah China.

Xi menyambut Putin pada hari Rabu di ibu kota China tersebut, menjabat tangan pemimpin Rusia itu di luar Balai Agung Rakyat sebelum melakukan pembicaraan, sebagaimana terlihat dalam tayangan video media Rusia.

Cerita Rekomendasi

daftar 4 butirakhir daftar

Sebelum memasuki Balai Agung Rakyat, Putin dan Xi berjalan di atas karpet merah yang digelar untuk menyambut pemimpin Rusia, dan berdiri saat band militer memainkan lagu kebangsaan kedua negara.

Katrina Yu dari Al Jazeera melaporkan dari Beijing mengatakan kunjungan Putin sangat berbeda dengan kunjungan Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini berakhir, karena pemimpin Rusia ini menandai 25 tahun persahabatan Sino-Rusia dan Putin telah mengunjungi China sebanyak 25 kali sejauh ini.

“Jadi kunjangan ini sebenarnya akan bermuara pada memperdalam koordinasi dan kerjasama yang sudah ada,” ujar Yu.

“Kami memperkirakan kedua belah pihak akan saling memberi informasi terbaru mengenai situasi di Timur Tengah dan juga Ukraina. Tiddak diragukan lagi Xi Jinping juga akan berbicara dengan Putin tentang apa yang dibahas dengan Donald Trump pekan lalu,” imbuh Yu.

Putin ditemani oleh delegasi besar pengusaha dan pemimpin pemerintahan Rusia, kata Yu, menambahkan bahwa Kremlin telah mengumumkan kedua pemimpin akan menandatangani sekitar 40 perjanjian yang mencakup segala hal, dari ekonomi dan pariwisata hingga pendidikan.

“Tapi saya pikir bagi Putin, subyek utama diskusi dengan Xi Jinpping adalah keaman un energi,” jelas Yu.

MEMBACA  Buku Catatan dan Jurnal Terbaik, Diuji dan Dikaji (2024): Leuchttherm, Moleskine, Midori

“Sejak perang di Ukraina, semua penjualan gas yang sebelumnya menuju ke Eropa telah mengering total dan Rusia sangat membutuhkan pendapatan untuk menggatuinya, terutama karena kita sudah berada di tahun kelima perang Ukraina,” imbuhnya.

*Ini adalah berita terkini. Akan menyusul lebih lanjut.*

Tinggalkan komentar