Perdana Menteri Armenia Tolak Tuntutan Rusia soal Referendum UE saat Hubungan Memburuk | Berita Vladimir Putin

Rusia semakin meningkatkan tekanan terhadap Armenia di tengah pergeseran sekutu lamanya ke arah Barat.

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, telah menolak seruan dari Moskow untuk segera mengadakan referendum mengenai keluarnya Armenia dari Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang dipimpin Rusia untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Penolakan dari Pashinyan ini disampaikan pada hari Senin, bersamaan dengan panggilan telepon dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang secara verbal bermaksud memberikan ucapan ulang tahun. Tuntutan yang “tidak masuk akal”, sebagaimana disitilahkan oleh pemimpin Armenia tersebut, muncul di tengah eskalasi cepat tekanan ekonomi dan diplomatik dari Kremlin ketika sekutu tradisionalnya semakin condong ke Barat.

Rekomendasi Artikel

Tensi memuncak pada KTT EAEU di Kazakhstan. Mei tahun lalu?,

,semen di Putin bersama anggota blok lainnya.

pengisi bel…

“Orang yang tua memberi tahu segala”……..

.

/|//b

Sejarah kembali terjadi-…….•

MEMBACA  Perdebatan di Singapura tentang Patung Baru Raffles

Tinggalkan komentar