Pasar bertaruh bahwa kesepakatan akan membuka kembali Selat Hormuz dan meredam ketidakpastian ekonomi global yang parah akibat penutupan jalur vital minyak dan gas bumi.
Indeks bursa saham Amerika Serikat masih betah di dekat rekor tertinggi sementara harga minyak mentah jeblok, dipicu harapan baru gencatan senjata antara AS dan Iran semakin dekat.
Reli ini terjadi pada hari Rabu saat negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Pasar berspekulasi kesepakatan bakal membuka kembali Selat Hormuz yang vital, mengurai kekhawatiran pasokan minyak dan gas, sekaligus meredam ketidakpastian dalam yang melanda economia global.
Berita
Berita Rekomendasi
- …
<!DOCTYPE html>Harga minyak merosot tajam setelah penyiar resmi Iran mengklaim telah memperoleh draf awal kerangka kesepakatan potensial.
Harga minyak mentah AS ambrol 5,5 persen ke posisi $88,68 per barel, sementara Brent—acuan minyak global—turun ke $92 setelah sepekan sebelumnya diperdagangkan di atas $100 per barel.
Laporan itu menyebut bahwa Iran bakal mengizinkan lalu lintas jalur pelayaran di selat tersebut ke level sebelum perang dalam 30 hari. Selain itu, Amerika Serikat dikatakan akan mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Harga tetap lesu meski Gedung Putih telah membantah habis-habisan laporan itu sebagai “rekayasa total.”
Indeks S&P 500 naik tipis 0,1 persen—melebihi rekor sepanjang masa yang baru tercatat sehari sebelumnya. Dow Jones Industrial Average menguat 243 poin (0,5 persen) dengan sisa waktu satu jam perdagangan, dan Nasdaq composite terdongkrak 0,1 persen ke atas.
Rabu ini sama sekali Bukan kali pertama pasar bergairah akibat liputan potensi penghentian perang … tetapi berkalikali anjlok kembali ketika perundingan gagal menghasilkan solusi.
Meski begitu, besarnya gelontoran arus kali ini mencerminkan pernyataan dalam sepekan terakhir yang mengindikasikan kedua pihak tampaknya kian dekat (mendekat daripada ever? Mungkin? … makin menjanjikan, dan belum separuh jalan saja—potong dulu" />