Paul Kirby
Editor Digital Eropa
Ukrinform/NurPhoto
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever belum yakin bahwa uang yang dibekukan di Belgia harus dipinjamkan ke Ukraina (foto arsip)
Para pemimpin Uni Eropa memulai dua hari pembicaraan di Brussel dengan keputusan penting yang akan diambil mengenai apakah akan meminjamkan puluhan miliar euro dari aset Rusia yang dibekukan untuk Ukrauna guna mendanai kebutuhan militer dan ekonominya.
Sebagian besar aset Rusia senilai €210 miliar di UE dipegang oleh organisasi Euroclear yang berbasis di Belgia, dan sejauh ini Belgia serta beberapa anggota blok lainnya menyatakan menentang penggunaan uang tunai tersebut.
Tanpa tambahan pendanaan, keuangan Ukraina diproyeksikan akan habis dalam hitungan bulan.
Seorang pejabat pemerintah Eropa menggambarkan dirinya "optimis dengan hati-hati, bukan terlalu optimis" bahwa kesepakatan akan disetujui. Rusia telah memperingatkan UE agar tidak menggunakan uangnya. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap Euroclear di pengadilan Moskow dalam upaya mendapatkan kembali dananya.
KTT Brussel ini terjadi pada momen yang krusial. Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang—yang dimulai dengan invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022—"lebih dekat sekarang daripada sebelumnya".
Meskipun Rusia belum menanggapi proposal perdamaian terbaru, Kremlin menekankan bahwa rencana pasukan multinasional pimpinan Eropa untuk Ukraina yang didukung AS tidak akan dapat diterima.
Presiden Vladimir Putin memperjelas perasaannya terhadap Eropa pada Rabu, dengan mengatakan benua itu dalam keadaan "degradasi total" dan "anak babi Eropa"—sebutan menghina untuk sekutu Eropa Ukraina—berharap untuk mengambil untung dari keruntuhan Rusia.
Alexander KAZAKOV/POOL/AFP
Mereka yang mendukung meminjamkan uang ke Ukraina percaya hal itu akan membantu mencegah Putin melanjutkan perang
Komisi Eropa—badan eksekutif UE—telah mengusulkan untuk meminjamkan sekitar €90 miliar kepada Kyiv dalam dua tahun ke depan—dari total €210 miliar aset Rusia yang berada di Eropa. Itu sekitar dua pertiga dari €137 miliar yang diperkirakan dibutuhkan Kyiv untuk bertahan hingga tahun 2026 dan 2027.
Hingga saat ini UE hanya memberikan bunga yang dihasilkan dari uang tersebut kepada Ukraina, bukan pokok dananya. "Ini adalah waktu kritis bagi Ukraina untuk terus bertahan tahun depan," kata seorang pejabat pemerintah Finlandia kepada BBC. "Tentu ada negosiasi damai, tapi ini memberi Ukraina daya tawar untuk berkata ‘kami tidak putus asa dan kami memiliki dana untuk terus bertempur’."
Ketua Komisi Ursula von der Leyen mengatakan hal ini juga akan meningkatkan biaya perang bagi Rusia.
Aset beku Rusia bukan satu-satunya opsi di meja para pemimpin UE. Gagasan lain, yang didukung Belgia, didasarkan pada peminjaman uang UE di pasar internasional. Namun, itu memerlukan suara bulat dan Viktor Orban dari Hongaria telah mempertegas bahwa ia tidak akan mengizinkan tambahan dana UE untuk membantu Ukraina.
Bagi Ukraina, jam-jam ke depan sangat signifikan dan Presiden Volodymyr Zelensky diperkirakan akan menghadiri KTT UE. Menjelang pertemuan di Brussel, para pemimpin UE ingin menekankan sifat penting dari keputusan ini. "Kami tahu urgensi itu. Sangat mendesak. Kita semua merasakannya. Kita semua melihatnya," kata von der Leyen di Parlemen Eropa.
EPA
Ursula von der Leyen mengatakan ada dua pilihan di meja para pemimpin UE
Kanselir Jerman Friedrich Merz memainkan peran utama mendorong penggunaan aset Rusia, dengan mengatakan di Bundestag di malam KTT bahwa ini tentang mengirim "sinyal jelas" ke Moskow bahwa melanjutkan perang adalah sia-sia.
Pejabat UE yakin mereka memiliki dasar hukum yang kuat untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan, tetapi sejauh ini Perdana Menteri Belgia Bart De Wevers tetap belum yakin. Menteri Pertahanannya Theo Francken memperingatkan sebelum pembicaraan bahwa akan menjadi kesalahan besar untuk meminjamkan uang Euroclear.
Hongaria dipandang sebagai penentang terbesar langkah ini dan, sebelum KTT, PM Orban dan rombongannya bahkan menyiratkan bahwa rencana aset beku telah dihapus dari agenda. Seorang pejabat Komisi Eropa menegaskan bahwa itu tidak benar dan akan menjadi keputusan 27 negara anggota di KTT.
Robert Fico dari Slovakia juga menentang penggunaan aset Rusia, jika itu berarti uang digunakan untuk membeli senjata alih-alih kebutuhan rekonstruksi.
Ketua voting krusial akhirnya terjadi, akan diperlukan mayoritas sekitar dua pertiga negara anggota untuk disetujui. Bagaimanapun, Presiden Dewan Eropa António Costa berjanji tidak akan mengambil keputusan sepihak melawan Belgia. "Kami tidak akan memilih melawan Belgia," katanya kepada penyiar publik Belgia RTBF. "Kami akan terus bekerja sangat intensif dengan pemerintah Belgia karena kami tidak ingin menyetujui sesuatu yang mungkin tidak dapat diterima bagi Belgia."
Belgia juga menyadari bahwa lembaga pemeringkat Fitch telah menempatkan Euroclear dalam pengawasan negatif, sebagian karena risiko hukum "rendah" terhadap neracanya dari rencana Komisi Eropa menggunakan aset Rusia. CEO Euroclear juga telah memperingatkan terhadap rencana tersebut.
"Tentu masih banyak kendala dan halangan di jalan. Kita harus menemukan cara untuk menanggapi kekhawatiran Belgia," tambah pejabat Finlandia itu. "Kami berada di pihak yang sama dengan Belgia. Kami akan menemukan solusi bersama untuk memastikan semua risiko diperiksa semaksimal mungkin."
Namun, Belgia bukan satu-satunya negara yang ragu, dan mayoritas tidak dijamin. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan kepada anggota parlemen Italia bahwa ia akan mendukung kesepakatan "jika dasar hukumnya solid". "Jika dasar hukum untuk inisiatif ini tidak solid, kita akan menyerahkan kemenangan nyata pertama kepada Rusia sejak konflik ini dimulai."
Malta, Bulgaria, dan Republik Ceko juga dikatakan belum yakin dengan proposal kontroversial ini.
Jika kesepakatan disetujui dan aset Rusia diberikan ke Ukraina, skenario terburuk bagi Belgia adalah jika pengadilan memerintahkannya untuk mengembalikan uang tersebut ke Rusia. Beberapa negara telah menyatakan bersedia memberikan jaminan keuangan miliaran euro, tetapi Belgia ingin memastikan perhitungannya masuk akal.
Bagaimanapun, pejabat Komisi yakin satu-satunya cara bagi Rusia untuk mendapatkan kembali dananya adalah dengan membayar reparasi ke Ukraina—pada saat itulah Ukraina akan mengembalikan "pinjaman reparasi"nya ke UE.