Kesepakatan ini melanjutkan upaya NextEra untuk memanfaatkan lonjakan permintaan pasokan listrik bagi pusat data yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi raksasa, khususnya untuk pelatihan dan implementasi teknologi AI.
Diterbitkan pada 18 Mei 202618 Mei 2026
NextEra Energy berencana mengakuisisi Dominion Energy dalam kesepakatan berbasis saham senilai sekitar $67 miliar, yang akan menciptakan perusahaan listrik raksasa di tengah melonjaknya kebutuhan energi untuk kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat.
Ini merupakan salah satu merger terbesar yang diusulkan tahun ini, dan akan membentuk perusahaan utilitas listrik teregulasi terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, demikian diumumkan pada Senin.
Kisah Rekomendasi
Daftar 4 itemakhir daftar
Perusahaan gabungan itu akan melayani sekitar 10 juta pelanggan utilitas lintas negara bagian Florida, Virginia, North Carolina, dan South Carolina. Wilayah ini memiliki populasi yang tumbuh pesat dan pusat data terbesar di dunia yang terletak di Virginia.
Para eksekutif perusahaan mengatakan, kesepakatan ini akan mempercepat pembangunan infrastruktur listrik guna menyuplai daya ke pusat data yang terhubung dengan NextEra dan Dominion, dengan total permintaan listrik mencapai sekitar 130 gigawatt.
Satu gigawatt dapat menyuplai listrik bagi sekitar 750.000 rumah.
Merger ini melanjutkan langkah NextEra dalam menyasar permintaan pasokan listrik ke pusat data yang dikembangkan perusahaan teknologi raksasa, terutama untuk melatih dan menerapkan teknologi AI. Tahun lalu, perusahaan yang berbasis di Florida itu meneken kesepakatan dengan Google milik Alphabet untuk mengoperasikan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir di Iowa. Perusahaan ini juga diumumkan sebagai pengembang dua pusat data bertenaga gas alam yang didukung Jepang di Texas dan Pennsylvania.
Dominion yang bermarkas di Virginia memiliki kapasitas pusat data kontrak hampir 51 gigawatt, dan melayani pelanggan seperti Alphabet, Amazon, Microsoft, Meta, Equinix, CoreWeave, serta CyrusOne.
Potensi penggabungan kedua perusahaan ini terjadi di saat konsumen yang khawatir terhadap kenaikan tagihan listrik mulai menentang ekspansi pusat data AI. Sejumlah gubernur, jaksa agung, dan pihak lain memprotes kenaikan tarif listrik yang dinilai membebani warga yang kesulitan finansial dalam sistem yang tidak adil.
Pejabat dan anggota legislatif di setidaknya enam negara bagian—termasuk Arizona, Indiana, Maryland, New Jersey, New York, dan Pennsylvania—melakukan berbagai langkah baru untuk mencegah kenaikan tarif yang diajukan perusahaan utilitas. Beberapa juga mendesak perusahaan utilitas untuk mengubah total model pembiayaan peningkatan sistem utama.
‘Skala Itu Penting’
Pemegang saham Dominion akan menerima rasio tukar tetap sebesar 0,8138 lembar saham NextEra Energy untuk setiap lembar saham Dominion yang dimiliki. Pemegang saham Dominion tetap akan menerima dividen triwulan Dominion hingga proses penutupan, plus pembayaran tunai satu kali sebesar $360 juta saat penutupan kesepakatan.
Pemegang saham NextEra akan memiliki 74,5 persen dari perusahaan gabungan, sementara pemilik Dominion memegang 25,5 persen.
CEO NextEra, John Ketchum, akan menjabat sebagai ketua dan CEO perusahaan hasil merger.
“Kami menggabungkan NextEra Energy dan Dominion Energy karena skala menjadi lebih penting dari sebelumnya—bukan demi ukuran besar, melainkan karena skala menghasilkan efisiensi modal dan operasional. Ini memungkinkan kami membeli, membangun, membiayai, dan beroperasi lebih efisien, yang pada akhirnya menghadirkan listrik lebih terjangkau bagi pelanggan dalam jangka panjang,” ujar Ketchum dalam pernyataan resminya.
Perusahaan hasil merger akan memiliki kantor pusat ganda di Juno Beach, Florida, dan Richmond, Virginia. Dominion Energy South Carolina tetap memertahankan kantor pusat operasionalnya di Cayce, South Caroline.
Bisnis ini akan memakai nama NextEra dan diperdagangkan dengan kode “NEE” di Bursa Efek New York. Dewan direksinya akan terdiri dari sepuluh direktur dari NextEra dan empat dari Dominion.
Kesepakatan yang telah disetujui dewan komisaris kedua perusahaan diperkirakan rampung dalam waktu 12 hingga 18 bulan. Proses ini masih membutuhkan persetujuan pemegang saham NextEra dan Dominion, serta izin regulasi, termasuk dari Komisi Regulasi Nuklir.
Saham Dominion melonjak lebih dari 9,61 persen dalam perdagangan pagi hari, sementara saham NextEra merosot 5 persen.
Akuisisi Dominion oleh NextEra merupakan yang terbaru dari gelombang konsolidasi perusahaan listrik AS, bertepatan maraknya pembangunan gudang server yang membuka peluang pendapatan baru yang menguntungkan.
Tahun ini, AES Corp telah sepakati diakuisisi konsorsium yang dipimpin Global Infrastructure Partners dan perusahaan ekuitas swasta asal Swedia EQT AB senilai $33,4 miliar. Ini menyusul kesepakatan $16 miliar antara Constellation Energy dan Calpine, serta $11,5 miliar dari Blackstone untuk TXNM Energy tahun lalu.