Angkatan Udara menyatakan pesawat membawa 114 penumpang dan 11 awak kabin, sementara otoritas tengah menyelidiki penyebab kecelakaan.
Diterbitkan Pada 23 Mar 2026
Setidaknya satu orang meninggal dunia setelah pesawat militer Kolombia yang mengangkut 125 orang jatuh tak lama setelah lepas landas di wilayah selatan negara tersebut.
Komandan Angkatan Udara Carlos Fernando Silva menyatakan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Senin bahwa pesawat tersebut mengangkut 114 penumpang dan 11 awak, serta bahwa penyebab insiden masih dalam penyelidikan.
Rekomendasi Berita
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan melalui akun X bahwa setidaknya satu orang tewas, 77 luka-luka, dan status 43 orang lainnya masih belum dapat dipastikan.
“Penyebab kecelakaan pesawat Hercules masih belum diketahui. Kami berdukacita yang mendalam untuk keluarga para prajurit muda Tanah Air,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyatakan kecelakaan terjadi saat pesawat Lockheed Martin Hercules C-130 lepas landas dari Puerto Leguizamo di perbatasan dengan Peru untuk mengangkut pasukan.
“Satuan militer telah tiba di lokasi. Meski demikian, jumlah korban dan penyebab pastinya belum dapat dikonfirmasi,” tulis Sanchez di media sosial pada Senin.
“Ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi bangsa. Semoga doa kita dapat memberi penghiburan,” tambah Sanchez.
Stasiun radio Kolombia, Blu Radio, melaporkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat berjarak sekitar 3 km dari pusat permukiman.
Kolombia memperoleh pesawat Hercules C-130 pertamanya pada akhir dasawarsa 1960-an dan belakangan ini memodernisasi beberapa unit lama dengan model yang lebih baru dari Amerika Serikat.
Bulan lalu, sebuah Hercules C-130 lain milik Angkatan Udara Bolivia jatuh di kota El Alto, nyaris mengenai bangunan permukiman warga.
Pada kecelakaan tersebut, lebih dari 20 orang tewas dan sekitar 30 lainnya mengalami luka-luka.