Menteri Pertahanan AS Hegseth Berjanji Serang ‘Fasilitas Vital’ di Iran | Berita Perang AS-Israel Melawan Iran

BERITA YANG SEDANG BEMERKEMBANG,

Komando Pusat AS Menggambarkan Serangan Tersebut Akibat “Agresi Iran yang Tak Beralasan dan Terus Berlanjut”.

Diterbitkan Pada 10 Jun 202610 Jun 2026

Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tengah bersiap untuk meluncurkan serangan terhadap “fasilitas-fasilitas kunci” di Iran, dengan membingkai serangan tersebut sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata permanen.

Hegseth berbicara kepada para wartawan pada hari Rabu di Tampa, Florida, saat ia meninggalkan markas Komando Pusat AS (CENTCOM),aparat militer yang mengawasi operasi di Timur Tengah dan sebagian Asia.

Pernyataannya menggemakan retorika yang semakin meninggi dari Presiden Republik Donald Trump, yang sebelumnya memperingatkan bahwa Iran harus “membayar harganya” karena terlalu lama dalam bernegosiasi.

“CENTCOM—Komando Pusat—akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kami akan menghantam Iran dengan keras, dan kami akan melakukannya,” kata Hegseth.

Ia menjelaskan bahwa ia baru saja meninjau rencana serangan Rabu malam bersama Laksamana Bradley Cooper, komandan CENTCOM.

“Serangan yang akan terjadi malam ini akan kuat. Serangan itu jelas,” kata Hegseth, yang kemudian menyiratkan bahwa serangan itu dapat berlanjut hingga hari kedua. “Jika harus terjadi besok malam, serangan itu akan kuat, dan serangan itu akan jelas.”

CENTCOM menyusul pernyataan Hegseth dengan sebuah unggahan di media sosial, mengumumkan “serangan bela diri tambahan” pada pukul 17:15 waktu AS bagian timur (21:00 GMT).

“Serangan-serangan itu merupakan respons terhadap agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut,” tulisnya.

Serangan pada Hari Rabu ini akan menandai hari kedua berturut-turut serangan AS terhadap Iran, memecah gencatan senjata rapuh yang telah disepakati pada 8 April.

MEMBACA  Pelari Olimpiade Uganda Cheptegei Meninggal Setelah Dibakar oleh Pacar | Berita Olimpiade

AS telah berperang dengan Iran sejak 28 Februari, ketika pemerintahan Trump bergabung dengan Israel dalam serangan tak beralasan terhadap negara tersebut.

Baik Israel maupun AS berargumen bahwa serangan itu diperlukan untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Namun pemerintahan Trump telah memberikan berbagai alasan yang kontrprodiktif untuk perang tersebut selama beberapa bulan setelah dimulainya. Pada satu titik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengemukakan bahwa AS bertindak “secara preemptif” karena “tahu bahwa akan ada tindakan Israel” dan ingin menangkal pembalasan.

Rubio kemudian menarik kembali pernyataannya itu.

Hegseth pada hari Rabu mengaitkan serangan yang akan datang dengan frustrasi terhadap taktik negosiasi Iran.

“Seperti yang dikatakan Presiden Trump, mereka terus‘tap-tap-tapping’. Anda bisa lihat saat seseorang mencoba‘tap-tap-tap’ untuk sebuah kesepakatan,” katanya. “Sebaliknya, mereka akan menerima ‘tap, tap, tap’—bom yang dijatuhkan di fasilitas-fasilitas kunci di Iran dari Amerika Serikat.”

​“【oaicite:0】“​

Tinggalkan komentar