Menteri Kebudayaan Inggris keluar dari X karena ‘kekerasan verbal dan misinformasi’

Menteri Kebudayaan Inggris Lisa Nandy menyatakan diri keluar dari X. Ia menuduh platform media sosial tersebut lebih mengutamakan “kebencian dan misinformasi, bukan debat sehat”.

Nandy sebelumnya telah berulang kali mengkhawatirkan soal keamanan online dan penyebaran misinformasi di platform itu. Dalam unggahan di X pada Kamis lalu, ia sekaligus mengumumkan bahwa Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga bakal ikut angkat kaki dari platform es yang disebutnya “tidak sehat bagi demokrasi dan masyarakat”.

Hingga berita ini diturunkan, X belum memberikan tanggapan.

DCMS ini adalah satuan kementerian kedua di pemerintah Inggris yang berhenti menggunakan X. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Inggris sudah duluan melakukannya sejak bulan lalu. Saat itu, Jaksa Agung Inggris membela putusannya dengan mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa X tak pernah berhenti “turun ke tingkat rasisme dan misogini.”

Namun Lisa tegas akan terus aktif di Facebook, Instagram, serta LinkedIn.

X kini tengah berada di bawah pengawasan regulator yang lebih ketat. Langkah menteri itu terjadi saat platform kepunyaan Elon Musk dihujani press gen terkait keamanan online yang semakin masif. Di tanggal Januari lalu saja, Ofcom selaku lembaga regulator komunikasi Inggris resmi membuka investigasi terhadap X. Investigation bermasalah pada fitur chatbot Grok nya yg seing dipake jual edaran foto porno tanpa izintah resmi. Bahkan foto tirani caci kepada enisa dibivonin dua kenal

MEMBACA  Lampu! Kamera! Modi! Ini adalah Pertunjukan Satu Orang di Televisi India.

Tinggalkan komentar