Seoul minta perlindungan bagi warga dan investor menyusul razia imigrasi Trump yang menahan ratusan orang dalam operasi ICE.
Diterbitkan Pada 5 Sep 20255 Sep 2025
Korea Selatan telah menyampaikan keluhan setelah pejabat imigrasi Amerika Serikat menahan ratusan pekerja selama penggerebekan di pabrik baterai Hyundai-LG yang sedang dibangun di negara bagian Georgia.
Kementerian Luar Negeri di Seoul pada Jumat kemarin menuntut agar hak-hak investor dan warganya dihormati menyusul razia sehari sebelumnya, yang memaksa pembangunan pabrik tersebut dihentikan sementara.
Cerita yang Direkomendasikan
list dari 3 itemsakhir list
Insiden ini menggarisbawahi efek disruptif dari penindakan imigrasi Presiden Donald Trump terhadap upayanya menarik investasi asing. Pabrik Hyundai-LG adalah bagian dari investasi asing terbesar di negara bagian Georgia.
“Aktivitas bisnis para investor kami dan hak-hak warga negara kami tidak boleh dilanggar secara tidak adil dalam proses penegakan hukum AS,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Lee Jaewoong, dalam sebuah pernyataan.
Sejak Trump kembali berkuasa pada Januari, badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE) telah diperkuat oleh pendanaan rekor dan kewenangan baru untuk melakukan penggerebekan.
Presiden menyatakan ia ingin mendeportasi kriminal ‘yang terburuk dari yang terburuk’. Namun data ICE menunjukkan peningkatan dalam penahanan terhadap non-kriminal.
Lee tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak warga Korea Selatan yang ditahan, dan menyebut jumlahnya “besar,” namun laporan media menyebutkan bahwa 300 orang atau lebih telah ditahan.
Kantor Atlanta dari lembaga Departemen Kehakiman AS, ATF, mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa hingga total 450 orang telah ditahan.
Korea Economic Daily melaporkan bahwa sebanyak 560 pekerja di fasilitas Hyundai Motor dan LG Energy Solution (LGES) telah ditahan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 300 adalah warga negara Korea Selatan, menurut agensi berita Reuters dan AFP, yang mengutip media Korea dan sumber-sumber anonim.
Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan kepada Reuters bahwa para tahanan sedang ditahan di fasilitas detensi ICE.
Lee menyatakan kementerian sedang mengambil langkah-langkah aktif untuk menangani kasus ini, dengan mengirimkan diplomat dari kedutaan di Washington dan konsulat di Atlanta ke lokasi, serta berencana membentuk tim respons darurat yang berpusat pada misi lokal.
Pada bulan Juli, Seoul berkomitmen investasi US$350 miliar di AS untuk meredam ancaman tarif dari Trump, yang terpilih tahun lalu dengan janji untuk memimpin program deportasi migran terbesar dalam sejarah AS.