Korban Jiwa dalam Serangan yang Digagalkan di Fasilitas Gas Habshan Uni Emirat Arab

UEA Laporkan Fasilitas Gas Terbesarnya, Habshan, Alami ‘Kerusakan Signifikan’ Usai Interupsi Pertahanan Udara Picu Kebakaran.
Diterbitkan pada 3 Apr 2026

Setidaknya satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka, pasca puing hasil intersepsi pertahanan udara memicu kebakaran di sebuah fasilitas gas di Uni Emirat Arab, menurut keterangan otoritas setempat.

Kantor Media Abu Dhabi mengatakan pada Jumat bahwa runtuhan puing “setelah intersepsi sukses oleh sistem pertahanan udara” menyebabkan dua ledakan di fasilitas gas Habshan, lokasi pengolahan gas alam terbesar di negara tersebut.

“Akibat kejadian ini, satu warga negara Mesir meninggal dengan tragis selama proses evakuasi lokasi,” demikian pernyataan kantor tersebut. “Di samping itu, empat orang mengalami luka-luka ringan; dua warga Pakistan dan dua warga Mesir.”

Ditambahkan bahwa fasilitas itu mengalami “kerusakan signifikan” dan penilaian dampak masih berlangsung.

Insiden ini terjadi saat Iran terus meluncurkan rudal dan drone di kawasan Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap negara itu pada 28 Februari.

UEA menjadi salah satu negara yang paling terdampak di kawasan Teluk, di mana serangan-serangan Iran telah menyasar sejumlah lokasi energi dan fasilitas sipil lainnya.

Melaporkan dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh, Resul Serdar dari Al Jazeera menyatakan bahwa pejabat Emirat melaporkan pada Jumat setidaknya 18 rudal balistik, empat rudal jelajah, dan 47 drone ditembakkan dari Iran ke negara tersebut dalam 24 jam terakhir.

“Ini merupakan salah satu hari yang paling intens dalam hal serangan atas Uni Emirat Arab,” ujar Serdar.

Peningkatan serangan ini juga terjadi sehari setelah kepala Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk “mengambil segala langkah diperlukan” guna mengakhiri serangan Iran di kawasan.

MEMBACA  Warga Gaza Hadapi Kesulitan Akibat Kelangkaan Bahan Bakar dan Gas

Sekretaris Jenderal Jassim al-Budaiwi juga menyatakan bahwa dewan harus bertindak untuk “melindungi koridor maritim dan menjamin navigasi pelayaran yang tidak terputus melalui semua jalur air strategis” di wilayah tersebut.

Iran secara efektif telah menghentikan lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur air kritis di Teluk yang dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga mendorong harga melambung tinggi.

Tinggalkan komentar