Belum ada tanggapan segera dari kelompok Palestina setelah Israel mengklaim Mohammed Odeh telah tewas.
Dipublikasikan pada 27 Mei 2026
Israel mengatakan bahwa mereka telah membunuh Mohammed Odeh, pemimpin sayap militer Hamas di Gaza, dalam sebuah serangan udara di bagian utara jalur tersebut, di saat “gencatan senjata” yang rapuh ini mulai berada di bawah tekanan yang semakin besar.
Otoritas Israel menyatakan pada hari Rabu bahwa Odeh tewas dalam sebuah serangan sehari sebelumnya di Kota Gaza.
Kisah Rekomendasi
Belum ada komentar langsung dari kelompok Palestina.
Odeh, mantan kepala intelijen Hamas, dilaporkan menggantikan Izz al-Din al-Haddad sebagai pemimpin Brigade Qassam, sayap bersenjata kelompok Palestina tersebut, setelah yang disebut terakhir tewas dalam serangan Israel awal bulan ini, meskipun Hamas tidak secara resmi mengonfirmasi penunjukan tersebut.
“Komandan sayap militer nomor 4 organisasi teror Hamas di Gaza telah dilenyapkan kemarin dan dikirim untuk bertemu dengan kawan-kawannya di kedalaman neraka,” tulis Menteri Pertahanan Israel Israel Katz di X pada hari Rabu.
Katz dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Selasa mengatakan bahwa pasukan Israel telah menargekan Odeh dalam sebuah serangan.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel juga mengonfirmasi pembunuhan Odeh dan mengatakan bahwa serangan itu “merupakan hasil dari pemantauan intelijen selama berbulan-bulan yang bertujuan untuk melacak pergerakan Odeh dan para bawahannya”.
Seorang sumber di Rumah Sakit al-Shifa mengatakan kepada Al Jazeera bahwa enam orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan Israel pada Selasa malam di lingkungan Remal di bagian barat Kota Gaza.
Melaporkan dari Kota Gaza, Hind Khoudary dari Al Jazeera mengatakan bahwa terjadi “kehancuran yang besar” setelah serangan menargekan lingkungan yang padat di kota tersebut, saat penduduk sedang bersiap-siap untuk merayakan Idul Adha.
“Kemarin sekitar pukul 21:30 waktu setempat, tiga ledakan besar terjadi di Kota Gaza. Serangan itu terjadi di tengah-tengah Remal, sebuah area yang dipenuhi pasar dan banyak toko. Warga muslim sedang berbelanja gamis, bersiap untuk hari raya Idul Fitri(*), saat serangan udara itu terjadi.