Bank sentral di seluruh dunia telah bersatu menyatakan “solidaritas penuh” mereka dengan ketua Federal Reserve menyusul dilakukannya penyidikan kriminal oleh pemerintah AS terhadap Jerome Powell.
Gubernur Bank of England, Presiden European Central Bank, dan Gubernur Bank of Canada termasuk di antara sebelas pimpinan bank sentral yang menandatangani pernyataan bersama yang menekankan pentingnya independensi dalam menetapkan suku bunga.
“Ketua Powell telah menjalankan tugasnya dengan integritas, berfokus pada mandatnya serta komitmen yang tak tergoyahkan kepada kepentingan publik,” demikian pernyataan mereka.
Departemen Kehakiman AS yang melakukan penyelidikan ini. Presiden Donald Trump menyatakan ia “tahu menahu” tentang investigasi tersebut.
Penyelidikan ini terkait testimoni yang diberikan Powell kepada komite Senat mengenai renovasi gedung-gedung Federal Reserve.
Ini terjadi setelah setahun serangan tanpa henti dari Trump terhadap ketua Fed tersebut.
Selain mengkritik keputusan Powell tentang suku bunga, Trump juga melontarkan komentar pribadi, menyebut ketua Fed sebagai “pecundang besar” dan “orang bodoh”.
Dalam pernyataan bersama, bankir sentral global berkomentar: “Bagi kami, dia adalah kolega yang dihormati dan dihargai setinggi-tingginya oleh semua yang pernah bekerja dengannya.”
Hingga akhir pekan lalu, Powell sebagian besar diam menghadapi serangan Trump. Namun, pada hari Minggu, ia membalas secara publik dan memperingatkan bahwa independensi bank sentral AS sedang dipertaruhkan.
“Ini menyangkut apakah Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah sebaliknya kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan atau intimidasi politik,” kata Powell.
Dalam pernyataan bersama mereka pada Selasa, lembaga-lembaga keuangan senior itu menyatakan: “Independensi bank sentral adalah landasan bagi stabilitas harga, keuangan, dan ekonomi demi kepentingan warga yang kami layani.”
“Oleh karena itu, sangat kritis untuk menjaga independensi tersebut, dengan penghormatan penuh terhadap supremasi hukum dan akuntabilitas demokratis.”
Powell, yang dinominasikan Trump sebagai ketua Fed pada 2017, akan mengakhiri masa jabatannya pada bulan Mei.
Trump diperkirakan akan mengumumkan penggantinya dalam minggu-minggu mendatang.
Senator North Carolina Thom Tillis, seorang Republikan anggota Komite Perbankan Senat, menyatakan akan menentang nominasi pengganti Powell oleh Trump, dan semua calon anggota Dewan Fed lainnya, hingga masalah ini “terselesaikan sepenuhnya”.
Powell juga didukung oleh tiga mantan ketua Fed: Janet Yellen, Ben Bernanke, dan Alan Greenspan. Sejumlah mantan pejabat terkemuka lainnya telah secara terbuka menyatakan dukungan mereka untuk Powell dan independensi bank sentral.
Yellen, pendahulu langsung Powell, menyebut penyidikan kriminal ini “sangat mencemaskan”, dan menambahkan bahwa investor seharusnya khawatir.
“Kita memiliki presiden yang mengatakan Fed harus memotong suku bunga untuk menurunkan pembayaran bunga utang federal… Itu adalah jalan menuju republik pisang,” katanya kepada CNBC.
Para penandatangan pernyataan lengkap adalah:
Andrew Bailey, Gubernur Bank of England
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank
Erik Thedéen, Gubernur Sveriges Riksbank
Christian Kettel Thomsen, Ketua Danmarks Nationalbank
Martin Schlegel, Ketua Swiss National Bank
Michele Bullock, Gubernur Reserve Bank of Australia
Tiff Macklem, Gubernur Bank of Canada
Chang Yong Rhee, Gubernur Bank of Korea
Gabriel Galípolo, Gubernur Banco Central do Brasil
François Villeroy de Galhau, Ketua Bank for International Settlements
Pablo Hernández de Cos, Direktur Pelaksana Bank for International Settlements