Nick Johnson, Crans-Montana dan
Anna Lamche
Rekaman memperlihatkan seseorang berupaya memadamkan kobaran api saat kebakaran bar mematikan di Swiss
Kebakaran di sebuah bar di resor ski Swiss tampaknya disebabkan oleh sparkler yang diletakkan pada botol-botol sampanye yang berada “terlalu dekat dengan langit-langit”, menurut keterangan otoritas.
Sebanyak empat puluh orang meninggal akibat insiden pada dini hari Tahun Baru di Crans-Montana itu, sementara 119 lainnya luka-luka.
Jaksa Agung Valais, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers pada Jumat menyatakan bahwa penyelidikan akan berfokus pada material yang digunakan di lokasi, tindakan keselamatan kebakaran bar, kapasitasnya, serta jumlah pengunjung saat kejadian.
Penyelidikan akan mengkaji apakah penuntutan pidana diperlukan. “Bila memang diperlukan, dan jika pihak-pihak terkait masih hidup, maka perkara akan dibuka terhadap mereka,” tuturnya.
“Semua indikasi mengarah pada kesimpulan bahwa api bermula dari lilin sparkling—atau sparkler—yang dipasang pada botol sampanye lalu didekatkan secara berlebihan ke langit-langit. Dari situ, kobaran api menjalar dengan sangat cepat,” papar Ms. Pilloud dalam konferensi tersebut.
Supplied
BBC Verify telah memverifikasi dua foto yang menunjukkan sparkler menyala terpasang pada botol di dalam klub malam Le Constellation
Otoritas masih melanjutkan proses identifikasi formal 40 korban meninggal, dengan komandan polisi Frédéric Gisler menegaskan, “itu adalah prioritas kami.”
Banyak dari korban luka-luka masih berada dalam kondisi kritis, menurut otoritas.
Dari korban luka-luka, 113 telah teridentifikasi secara formal, ujar Gisler. Angka ini mencakup 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, dan 11 warga Italia, serta empat warga Serbia, di antara lainnya.
Proses identifikasi formal untuk enam orang lainnya masih berlangsung, katanya, dengan peringatan bahwa angka-angka ini masih dapat berubah.
Di antara yang terluka adalah pemain sepak bola Prancis berusia 19 tahun, Tahirys Dos Santos, berdasarkan pernyataan dari klubnya, FC Mertz.
Dos Santos “mengalami luka bakar parah” dan telah dievakuasi dengan pesawat ke Jerman untuk menjalani perawatan, menurut klub.
Mathias Reynard, presiden region Valais, menyatakan sekitar 50 korban luka “telah atau akan segera ditransfer ke berbagai negara Eropa di pusat-pusat spesialis luka bakar parah.”
“Banyak orang yang terluka dan masih berjuang untuk hidup,” ucap Mr. Reynard.
Ia menambahkan bahwa upacara peringatan akan digelar di Crans-Montana pada 9 Januari agar masyarakat dapat berkumpul dalam momen “duka nasional.”
Ms. Pilloud kemudian dalam konferensi pers menyatakan penyelidikan juga akan mengkaji kesesuaian langit-langit bar dengan peraturan bangunan.
Dia menyebutkan penyelidik sedang meneliti pemasangan busa pada langit-langit, sambil menambahkan bahwa pada tahap ini belum dapat dipastikan apakah busa tersebut memenuhi standar atau tidak, ataupun apakah pemasangannya telah mendapat izin.
“Sangat penting untuk tidak membuat asumsi… biarkan kami menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.
Dua manajer bar berkewarganegaraan Prancis telah diperiksa, demikian pula dengan sejumlah orang yang berhasil menyelamatkan diri.
Ms. Pilloud menyatakan pemeriksaan tersebut membantu timnya menyusun daftar orang-orang yang hadir saat insiden.
Lea Zehnder (22) tengah merayakan Tahun Baru di sebuah bar yang berada dalam jarak pandang dari Le Constellation.
Ia mendeskripsikan teriakan-teriakan dari Le Constellation dan menyebut pacarnya menolong mereka yang mengalami luka bakar serius.
“Mereka tidak bisa berjalan atau berbicara,” kenangnya.
Lea Zehnder mengaku hanya kebetulan belaka ia dan pacarnya pergi ke tempat lain, karena biasanya mereka selalu mengunjungi Le Constellation.
Le Constellation merupakan bar besar yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Tempat itu dapat menampung hingga 300 orang dan memiliki sebuah teras kecil, meski jumlah pengunjung sebenarnya saat kebakaran belum diketahui.
Pada Jumat, kelompok keluarga dan remaja dengan wajah berlinang air mata berkumpul di dekat garis polisi yang mengitari bar tersebut.
Sebagian meninggalkan rangkaian bunga dan lilin, sementara yang lain meletakkan pesan di sebuah altar sementara.
Tenda-tenda putih menutupi pintu masuk dan keluar lokasi kejadian.
Sebuah pusat konferensi di pinggiran kota digunakan untuk memberikan dukungan bagi para keluarga korban yang hilang.