Kapal Tanker Dibakar di Selat Hormuz, Picu Kekhawatiran Perundingan Damai
Selat Hormuz kembali memanas. Pada Senin malam, sebuah kapal tanker dilaporkan terbakar setelah dihantam oleh "proyektil tak dikenal" di lepas pantai Oman. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) membenarkan insiden tersebut.
Secara terpisah, dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Axios bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kapal dagang yang melintas di selat itu. Dua kapal disebut mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada korban jiwa.
Insiden ini terjadi saat perundingan damai yang sensitif antara AS dan Iran terus berjalan. Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah status Selat Hormuz — yang praktis ditutup Iran sejak dimulainya perang dengan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut juga dipicu oleh tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara pada hari pertama perang.
Kronologi Serangan
Menurut laporan awal UKMTO, kapal tanker yang terbakar itu sedang bergerak ke selatan sekitar 15 kilometer dari pesisir Limah, Oman. Televisi Iran melaporkan bahwa kapal tanker LNG itu diserang setelah mengabaikan peringatan — meskipun Tehran tidak secara resmi mengklaim serangan tersebut.
Namun, tiga sumber anonim kepada Reuters menyebutkan bahwa kapal itu adalah kapal tanker Qatar bernama Al Rekayyat yang mengangkut gas alam cair (LNG). Awaknya selamat dan kapal telah mengirimkan sinyal marabahaya. Sebuah sumber lain malah mengkhawatirkan adanya risiko ledakan karena kebakaran di ruang mesin.
Sebuah kapal kedua diduga adalah kapal tanker minyak mentah berbendara Arab Saudi yang juga rusak akibat rudal IRGC.
Analis di Tehran, Hossein Royvaran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kemungkinan tanker Qatar salah arah dan masuk ke zona operasi pembersihan ranjau yang dilakukan tim Iran. "Kawasan sekitar Oman kemungkinan penuh ranjau," jelasnya.
Situasi Terkini di Selat Hormuz
Menariknya, lalu lintas kapal pada akhir pekan lalujustru menunjukkan ketahanan. Perusahaan pelacak Kpler mencatat total 108 lintasan pada Jumat, Sabtu, dan Ahad. Angka ini merosot drastis bila dibandingkan masa sebelum perang, di mana terdapat 120–140 kapal per hari, di antaranya tanker minyak yang membawa sekitar 20 juta barel/ hari.
Lalu lintas itu benar-benar lumpuh ketika IRGC membatasi pelayaran — hanya kapal dari negara-negara tertentu yang boleh melintas setelah negosm dengan IRGC dan diperintahkan mendapatkan komisi sekitar USD 2 juta/ unit (sempat istilah pemasangan). Cadangan untuk pangkalan realokasi lapangan minimal but volume bawah otopia berlaku bertahap ditetapkan secara nol n tersebut O en jr kebuntir awla akibat jed internal “real action day – namun di tengah talk p para aktor.
Meskipun UNCERT memo ditujun dan strow pab lawans berarti sat sign jum ny. us ir kont oleh utama**Dima
Plar n surr ilum men – pert – perjudika mana status aktions
Kami cat sebagai isti pada mo interim MoU has no ngon yang tangup lay indur apa sangat pent sent laipic menjur – ini tr put di goval lan. seben apk ses tet
Men up pre je G
Nu l. terus gang dep hasil condur sh antara Khl E U ton regera set oje te we tri langah, bukan ceter us nu ber pengu secara pos for ul is in gar
Pengdian R
Itj kembali non huk: kau men? Putus …(dst P penop tent te to c fir as goz ep dia ba men int main set. Hasl main was jelm…WAK utr sedankat at le sep menj p art c ny
“pen long bi ket set de debant desiv per ep lon kan man star deng) si su negem i …(set text men.) putua sta und min fo Fakt em br su r houp us ulti in ok.
Ind.
Kapal pen,
pol of fut this: istop last am j kan er the eng mo di ir tu un ini rel ifier sid. Kal be…mel nyir the but in not (hen dict op fix um pors h/ pen are mus terseg and f:the mo dia rel
ul , tot are get ad …
di acan in only stage ing timp bigp pen en force .‘… B ini as he mo for nar wok!
Pak her totes bers dam – perteman stay pe…
Gar,… the ope hum fut kon dal of khow m. pro des in over kalm talk ir wan flow
Arm pas ac mil op hun int openi, p ce mas clear, aut den The turn, ten ur cang!
“No war int do pact w ind – Hon our mo
ditut di set sus me The pro the