Judul: Nhlanhla Mkhwanazi Tuduh Menteri Polisi Afrika Selatan Terkait Geng Kriminal

Menteri Polisi Senzo Mchunu dituduh memiliki kaitan dengan geng kriminal dan mencampuri penyelidikan polisi terkait pembunuhan bermotif politik.

Klaim mengejutkan ini dilontarkan oleh kepala polisi KwaZulu-Natal, Nhlanhla Mkhwanazi, dalam konferensi pers Minggu lalu. Ia menyebut Mchunu menerima dana dari seorang pengusaha yang diduga korup untuk mendukung "ambisi politik"-nya.

Mchunu membantah tuduhan tersebut sebagai "fitnah liar," sementara Presiden Cyril Ramaphosa menyatakan hal ini merupakan "ancaman serius bagi keamanan nasional" dan "ditangani dengan prioritas tertinggi."

Mkhwanazi membeberkan rangkaian peristiwa yang ia klaim mengarah pada pembubaran "terencana" satgas bentukan 2018 yang menyelidiki pembunuhan politisi, terutama di KwaZulu-Natal. Menurutnya, tim ini menemukan keterkaitan dengan sejumlah tokoh berpengaruh—termasuk politisi, petinggi polisi, dan pengusaha terkait sindikat narkoba—sehingga dibubarkan.

Mchunu sebelumnya beralasan satgas itu "tidak memberikan manfaat" meski banyak kasus belum terselesaikan. Namun, Mkhwanazi mengungkap 121 berkas kasus dipindahkan tanpa izin komisaris polisi nasional, Fannie Masemola.

"Dokumen-dokumen ini menganggur di markas besar sejak Maret tanpa penyelidikan lebih lanjut. Lima di antaranya bahkan sudah ada perintah penangkapan," tegasnya.

Mkhwanazi juga menuduh Mchunu berhubungan dengan pengusaha kontroversial, Vusimuzi Matlala, yang disebut mendanai karier politiknya. Matlala sebelumnya memiliki kontrak menguntungkan dengan polisi sebelum dibatalkan saat ia ditangkap atas percobaan pembunuhan. Bukti transfer dan pesan teks dibeberkan sebagai alat bukti.

Sementara itu, Masemola berjanji akan menanggapi tuduhan ini pekan depan saat mengumumkan penunjukan sementara kepala intelijen kriminal. Jabatan tersebut lowong setelah Letnan Jenderal Dumisani Khumalo ditangkap bulan lalu terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana intelijen di SAPS.

MEMBACA  Pemerintah Kanada mengalokasikan jutaan dolar untuk pencarian lahan pembuangan sampah untuk mencari sisa-sisa perempuan pribumi yang tewas