Jaksa Agung AS Sebut ‘Pelaku Kunci’ Serangan Benghazi 2012 Ditangkap

Zubayar al-Bakoush menghadapi dakwaan terkait pembunuhan Duta Besar AS Christopher Stevens dan tiga warga negara AS lainnya.

Simak artikel ini | 2 menit

Diterbitkan Pada 6 Feb 2026

Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi menyatakan seorang “partisipan kunci” dalam serangan tahun 2012 terhadap kedutaan besar AS di Benghazi, Libya, telah ditangkap.

Serangan terhadap kompleks diplomatik AS dan aneks CIA terdekat itu menewaskan empat warga negara AS, termasuk Duta Besar AS J. Christopher Stevens.

Bondi mengatakan Zubayar al-Bakoush telah diekstradisi ke AS dan akan menghadapi dakwaan terkait pembunuhan, pembakaran, dan “terorisme”.

“Kami tidak pernah melupakan para pahlawan itu,” ujar Bondi mengenai mereka yang tewas, “dan kami tidak pernah berhenti menuntut keadilan atas kejahatan terhadap bangsa kami itu.”

“Kami akan menuntut terduga teroris ini sesuai dengan hukum yang berlaku sepenuhnya,” tegasnya.

Keterlibatan yang dituduhkan kepada Al-Bakoush dalam serangan itu, yang terjadi di tengah unjuk rasa anti-pemerintah dan ketidakamanan meluas di Libya pasca penggulingan dan pembunuhan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada 2011, belum segera jelas.

Seorang pria lain, Ahmed Abu Khatallah, sebelumnya telah dihukum oleh AS dan saat ini menjalani hukuman penjara 28 tahun setelah ditahan pada 2017.

Jaksa penuntut AS menyatakan Abu Khatallah memimpin kelompok bersenjata di Libya dan memerintahkan serangan yang dimulai pada 11 September 2012 itu. Abu Khatallah dibebaskan dari dakwaan pembunuhan, tetapi dihukum atas empat dakwaan terkait “terorisme” lainnya dalam kasus tersebut.

Warga negara Libya lainnya, Mustafa al-Imam, dihukum karena keterkaitannya dengan serangan itu pada tahun 2020.

Warga negara AS lainnya yang tewas dalam serangan itu termasuk personel pemerintah Sean Smith, Tyrone Woods, dan Glen Doherty.

MEMBACA  'Menyalahkan Kebijakan Gaza AS: Mantan Pejabat Tidak Peduli dengan Penderitaan Palestina' | Berita Konflik Israel-Palestina

Kematian mereka memicu serangkaian penyelidikan kongres AS terhadap kelalaian keamanan yang mengakibatkan tragedi tersebut, dengan fokus khusus pada peran Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Ini merupakan berita yang sedang berkembang.

Tinggalkan komentar