Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menetapkan diplomat Bulgaria itu sebagai dirjen ‘tertunjuk’ untuk ‘dewan perdamaian’ Trump.
Terbit Pada 8 Jan 20268 Jan 2026
Klik untuk membagikan di media sosial
share2
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, akan memimpin sebuah “dewan perdamaian” yang diusulkan dan dipimpin Amerika Serikat di Gaza.
Netanyahu membuat pengumuman tersebut setelah bertemu Mladenov di Yerusalem pada Kamis, menyebut diplomat Bulgaria itu sebagai direktur-jenderal “tertunjuk” untuk dewan yang diusulkan tersebut—sebuah bagian kunci dari rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Artikel Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
Rencana Gaza Trump memicu gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas pada Oktober, namun pasukan Israel terus melancarkan serangan di wilayah itu hampir setiap hari. Sejak hari pertama gencatan senjata penuh pada 11 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan setidaknya 425 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, kantor Netanyahu menyatakan Mladenov “dijadwalkan untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal ‘Dewan Perdamaian’ di Jalur Gaza”. Presiden Israel Isaac Herzog juga bertemu Mladenov pada hari yang sama, ujar juru bicara dari kantornya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Berdasarkan rencana Trump untuk mengakhiri perang, Dewan Perdamaian yang diusulkan akan mengawasi sebuah pemerintah Palestina teknokratik baru, pelucutan senjata Hamas, pengerahan pasukan keamanan internasional, penarikan lebih jauh pasukan Israel, serta rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang.
Trump diperkirakan akan mengumumkan pengangkatan anggota dewan pekan depan, menurut outlet berita Axios, yang mengutip pejabat AS dan sumber yang familiar dengan masalah ini.
“Di antara negara-negara yang diharapkan bergabung dalam dewan adalah Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Turki,” laporkan Axios.
Mladenov, mantan menteri pertahanan dan luar negeri Bulgaria, sebelumnya bertugas sebagai utusan PBB untuk Irak sebelum diangkat menjadi utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah dari 2015 hingga 2020.
Selama masa jabatannya sebagai utusan Timur Tengah, Mladenov memiliki hubungan kerja yang baik dengan Israel dan kerap berupaya meredakan ketegangan antara Israel dan Hamas.
[Al Jazeera]