Israel Tewaskan Warga Palestina di Hebron, Gerebek Nablus, dan Bubarkan Pesta Pernikahan di Yerusalem Timur

Seorang pria Palestina meninggal akibat luka tembak setelah pasukan Israel menembaki kendaraannya di Hebron, di tengah eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, sementara perang genosida Israel di Gaza tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Shaker Falah al-Jaabari, 58 tahun, menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu pagi setelah ditembak malam sebelumnya di Hebron timur, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Palestina.

Pasukan Israel menyatakan bahwa mereka menembak kendaraan yang melaju kencang ke arah prajurit di lingkungan Haret al-Sheikh. Namun, dalam pernyataan lanjutan, militer mengakui bahwa tinjauan awal tidak menemukan bukti bahwa insiden tersebut merupakan serangan yang disengja.

Otoritas Israel menyita jenazahnya setelah penembakan, dilaporkan oleh kantor berita Palestina, Wafa. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan kepada Al Jazeera bahwa kru ambulans mereka dicegah untuk menjangkau korban.

Pembunuhan ini terjadi bersamaan dengan kepungan pasukan Israel terhadap sebuah rumah di Kota Tua Nablus pada hari Minggu, di mana unit penyamaran menyusup ke permukiman sebelum kendaraan militer menerobos kota dari berbagai arah.

Dua warga Palestina ditangkap saat pasukan dikerahkan di beberapa wilayah, dan tembakan hidup menggema di pasar timur, menurut sumber keamanan Palestina yang dikutip oleh Wafa.

Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menyerbu sebuah pernikahan Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, menembakkan amunisi hidup dan granat setrum ke arah para tamu.

Beberapa pria ditahan, termasuk mempelai laki-laki. Rekaman video memperlihatkan prajurit di dalam aula dan pasukan keamanan melemparkan granat setrum sementara tamu dipaksa keluar.

Eskalasi ini menyusul teminan mencolok dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), yang mendokumentasikan bahwa 240 warga Palestina tewas di Tepi Barat yang diduduki pada tahun 2025, termasuk 55 anak-anak.

MEMBACA  Pohon Rumah Labs Mengungkap Evolusi Merek dan Ekspansi Strategis

Tahun tersebut juga mencatat lebih dari 1.800 serangan oleh pemukim, angka tertinggi sejak PBB mulai mencatat insiden serupa pada 2006, dengan rata-rata lima serangan terjadi setiap harinya.

Lebih dari 1.190 warga Palestina terluka dalam serangan-serangan ini, dengan 838 di antaranya terluka langsung oleh pemukim Israel, atau rata-rata dua warga Palestina terluka setiap hari hanya oleh aksi pemukim.

Kekerasan ini bertepatan dengan publikasi laporan bersejarah hak asasi manusia PBB pada Rabu, yang menyebut kebijakan Israel menyerupai “apartheid”—istilah yang pertama kali digunakan oleh kepala hak asasi manusia PBB.

Volker Turk menyerukan Israel untuk “membongkar semua pemukiman”, menggambarkan situasi di Tepi Barat sebagai “pencekikan sistematis terhadap hak-hak warga Palestina”.

Beberapa jam setelah laporan itu diterbitkan, Israel melangkah maju dengan mengesahkan proyek pemukiman kontroversial E1 di dekat Yerusalem.

Sebuah tender pemerintah yang terbit pada Selasa mencari pengembang untuk 3.401 unit perumahan di atas tanah yang menurut para kritikus akan secara efektif

Tinggalkan komentar