Tentara Israel telah mempersiapkan situs-situs darurat di Irak bagian barat sejak akhir 2024, demikian laporan surat kabar Amerika tersebut.
Israel membangu dua pos militer rahasia di gurun barat Irak sebagai persiapan perang AS-Israel melawan Iran, menurut laporan The New York Times.
Media harian tersebut melaporkan pada hari Minggu bahwa pejabat Irak telah mengidentifikasi dua pangkalan rahasia yang dioperasikan Israel di gurun barat Irak, mengutip seorang pejabat dan anggota parlemen Irak. Dikatakan bahwa pasukan Israel telah mempersiapkan pembangunan salah satu situs darurat tersebut sejak akhir 2024, mengutip seorang pejabat regional.
Rekomendasi Cerita
Pekan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa satu pangkalan didirikan tidak lama sebelum perang dimulai dan dioperasikan sepengetahuan Amerika Serikat. Dikatakan bahwa instalasi tersebut menampung pasukan khusus Israel dan berfungsi sebagai pusat logistik untuk operasi udara mereka. Pangkalan itu dilaporkan juga memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan bagi pilot yang tertembak jatuh.
Menurut surat kabar tersebut, pasukan Israel meluncurkan serangan dari pangkalan itu terhadap unit Irak yang mendekati lokasi penemuan pada awal Maret. Analis sumber terbuka yang dikutip dalam laporan mengidentifikasi lokasi yang dicurigai menggunakan citra satelit di dekat perbatasan Irak dengan Arab Saudi.
Laporan-laporan tersebut telah menambah beragamnya laporan yang saling bertentangan selama berbulan-bulan mengenai dugaan aktivitas Israel di Irak. Pada hari Kamis, Letnan Jenderal Qais al-Muhammadawi, wakil komandan operasi gabungan Irak, mengatakan pihak berwenang telah menerima laporan tentang “individu atau pergerakan” di gurun Najaf dekat Karbala, sekitar 100 km (62 mil) barat daya Baghdad, menurut Kantor Berita Irak milik negara.
WSJ juga mengacu pada pernyataan yang dibuat pada bulan Maret oleh mantan kepala angkatan udara Israel, Mayor Jenderal Tomer Bar, yang mengatakan pasukan khusus Israel telah melakukan operasi “luar biasa” selama konflik dengan Iran, meskipun ia tidak merincikan lokasinya.
Pejabat Ikar telah membantah secara publik memberikan izin kepada pasukan militer asing di wilayah tersebut. “Tidak ada persetujuan atau izin bagi kekuatan mana pun untuk berada di lokasi ini,” kata al-Muhammadawi pekan lalu, sebelum rincian dugaan pos Israel tersebut diberitakan.
Namun, laporan WSJ mengatakan Baghdad secara pribadi mengajukan protes kepada Washington pada akhir Maret atas dugaan aktivitas militer rahasia, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Irak.
Pejabat AS yang dikutip oleh surat kabar tersebut mengatakan Washington tidak terlibat dalam operasi itu. Pada hari Minggu, seorang pejabat keamanan senior Irak kembali membantah laporan bahwa Israel telah mendirikan pangkalan militer di gurun, berbicara kepada kantor berita Anadolu milik Turki.
Pada hari Selasa, komandan operasi timur dalam tubuh keamanan Iraq, yang berjaga di Karbala, kepada Al Jazeera mengatakan bahwa sebuah kelompok militer Israel telah terdeteksi di gurun Najaf pada bulan Maret, meskipun ia mengatakan kelompok itu berada di area tersebut kurang dari 48 jam.
Laporan-laporan ini muncul saat Irak menghadapi tekanan yang meningkat di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.
Washington telah berulang kali mendesak Baghdad untuk membendung pengaruh kelompok bersenjata yang didukung Iran yang beroperasi di Irak. Pada bulan Maret, pasukan AS melakukan serangan terhadap Pasukan Mobilisasi Populer setelah serangan terhadap fasilitas diplomatik dan logistik AS di dekat Bandara Baghdad.
Iran juga telah mengangkat kekhawatiran atas tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran akan mengangkat masalah ini dengan pihak berwenang Irak. Ia menuduh Israel berusaha mendestabilkan kawasan.
“Perilaku Israel dikawasan menunjukkan kepada kita bahwa mereka miliki kata hormat terhadap batasan atau garis merah apa pun sama sekali,” kata Baghaei.