Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi yang dijadwalkan bulan depan dipastikan akan dibatalkan akibat perang di Timur Tengah.
Keputusan resmi untuk membatalkan kedua balapan tersebut memang belum diumumkan, namun diperkirakan akan keluar sebelum akhir pekan ini.
Pengiriman logistik seharusnya sudah mulai dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Mengingat belum ada tanda-tanda konflik antara AS/Israel dan Iran akan berakhir, penyelenggaraan balapan dianggap akan membahayakan keselamatan personel yang terlibat.
Kedua acara tersebut tidak akan digantikan, sehingga musim ini dipersingkat menjadi 22 Grand Prix. F1 pun diperkirakan akan menanggung kerugian komersial lebih dari £100 juta, mengingat Bahrain dan Arab Saudi termasuk penyelenggara yang membayar fee tertinggi.
Balapan di Bahrain semula dijadwalkan pada 12 April, disusul Jeddah di akhir pekan berikutnya.
Sempat dipertimbangkan untuk memindahkan acara ke Portimão di Portugal, Imola di Italia, atau Istanbul Park di Turki.
Akan tetapi, disadari bahwa waktu untuk mengorganisir balapan di lokasi manapun tersebut terlalu mepet, dan peluang untuk memperoleh fee penyelenggaraan pun sangat kecil.
Keputusan ini berarti akan ada jeda lima minggu antara Grand Prix Jepang pada 29 Maret dan Miami pada 3 Mei.