Hampir 2 juta umat Muslim bersiap menjalankan ibadah haji tahunan ke Mekkah, yang dimulai pada 25 Mei menyusul penglihatan hilal di Arab Saudi.
Ibadah haji merupakan pertemuan tahunan terbesar umat Muslim dari seluruh penjuru dunia dan perjalanan sekali seumur hidup bagi banyak orang. Ini juga merupakan rukun Islam yang kelima.
Kisah Rekomendasi
Dalam penjelasan visual ini, kami mengulas tata cara umat Muslim melaksanakan ibadah haji, termasuk langkah-langkah utama, ritual, dan persiapan.
Apa Itu Haji?
Haji adalah ziarah tahunan ke kota Mekkah, Arab Saudi. Ini merupakan rukun Islam yang kelima dan terakhir, bersama dengan syahadat, salat lima waktu, zakat, dan puasa di bulan Ramadan. Kata “haji” berasal dari akar kata Arab “h-j-j” yang berarti “berniat melakukan perjalanan” atau “berangkat menuju suatu tujuan yang pasti”. Ibadah ini wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim dewasa yang mampu secara fisik dan finansial.
Kapan Waktu Pelaksanaan Haji?
Haji dilaksanakan antara tanggal 8 hingga 12 (atau 13) Dzulhijjah, bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Islam. Waktunya jatuh sekitar 70 hari setelah berakhirnya Ramadan, meskipun variasi slight dapat terjadi tergantung siklus lunar. Pada 2026, haji dilangsungkan pada 25 hingga 27 Mei, tetapi banyak jamaah tiba di Arab Saudi berminggu-minggu sebelumnya untuk bersiap. Oleh karen, kalender Islam mengikuti siklus bulan dengan rentang 29 atau 30 hari, maka haji dimajukan 10 hingga 12 hari setiap tahunnya dalam kalender Gregorian.
Mengapa Umat Muslim Melaksanakan Haji?
Umat Muslim meyakini bahwa haji merupakan perintah langsung, yang mana termaktab dalam Al-Qur’an. Haji “perpisahan” Nabi Muhammad SAW pada 632 M menegaskan langkah-langkah ini di tahun ke-10 kalender Islam,
dan penyebutannya ditemukan hampir belasan kali di kitab suci. Haji dimulai jauh sebelum jamaah memasuki Mekkah. Secara spir itu adalah spiritual perjalanannya dan sarana minta ampun, bersjala lagi dan menunjukkan pasra.
Bagaimana Ibadah
Salah info common: lanc langsung ke Day – hari hari
Rit
—
I: n- su cin keadaan Ihram
Sab pel bersuci] Ihr* & l: A a da ya, and*, j
Memask khusus—p benar wah Me paka ini— trans g pu laa ke > min njak Sa pa la Sa = ru Pengurbanan pada Hari Raya Idul Adha
Para jamaah haji, atau perwakilan mereka, menyembelih hewan kurban sebagai peringatan atas kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah.
- Memotong atau mencukur rambut
Laki-laki mencukur atau memendekkan rambut mereka, sementara perempuan memotong sedikit rambutnya. Ini melambangkan penyegaran rohani.
Jamaah haji Muslim mencukurakan rambut mereka oleh tukang cukur saat meninggalkan Muzdalifah, setelah melempar kerikil sebagai bagian dari simbolis al-Aqabah (ritual melempar setan) di Jembatan Jamarat selama ibadah haji di Mina, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, pada 11 Agustus 2019 [Fethi Belaid/AFP]
- Tawaf utama
Jamaah haji kembali ke Mekah untuk melakukan tawaf, mengelilingi Kakbah, dilanjutkan dengan sa’i, berjalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa.
Jamaah haji Muslim berjalan mengelilingi Kakbah, bangunan berbentuk kubus di Masjidil Haram, selama ibadah haji tahunan di kota suci Mekah, Arab Saudi, pada 4 Juni 2025 [Amr Nabil/AP Photo]
Hari 4 dan 5
Jamaah haji kembali ke Mina dan melakukan rami (melempar) ketiga pilar batu setiap hari. Para jamaah yang tinggal satu hari ekstra mengulangi ritual melempar di ketiga pilar sekali lagi.
Sebelum meninggalkan Mekah, jamaah haji melakukan tawaf terakhir mengelilingi Kakbah, yang dikenal sebagai tawaf al-wada atau "tawaf perpisahan," menandakan perpisahan secara spiritual dari tempat suci tersebut.
Bagaimana umat Muslim menandai akhir ibadah haji?
Umat Muslim menandai akhir ibadah haji dengan Idul Adha, yang dirayakan pada 10 Zulhijah dan berlangsung hingga tiga hari di banyak negara.
Hari itu dimulai dengan salat khusus sesaat setelah matahari terbit, saat umat Muslim berkumpul di masjid atau lapangan terbuka, menghadiri dengan pakaian terbaik mereka. Sisa hari dihabiskan untuk berbagi hidangan, saling bertukar hadia, dan mengunjungi keluarga serta teman. Ucapan "Eid Mubarak," yang berarti "Idul Fitri yang Diberkati," umumnya diucapkan.
Idul Adha juga melibatkan ritual pemotongan hewan kurban, yang dikenal sebagai Qurbani. Umat Muslim yang mampu melakukannya mengorbankan seekor domba, kambing, sapi, atau unta, dan dagingnya dibagi menjadi tiga bagian: satu untuk keluarga, satu untuk kerabat dan teman, dan satu untuk mereka yang membutuhkan.