Analis Imad Harb berpendapat bahwa sulit untuk membayangkan ‘sesuatu yang positif’ bagi Lebanon dari perundingannya dengan Israel.
Imad Harb, seorang fellow senior di Arab Center Washington DC, menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat berhasil menjadi perantara gencatan senjata di atas kertas, namun mereka tidak benar-benar menghalangi perang Israel melawan Lebanon.
Harb menjelaskan kepada pembawa acara Steve Clemons bahwa Hizbullah hanyalah dalih bagi Israel untuk melakukan perebutan wilayah di Lebanon, seperti yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Suriah.
Menurut Harb, memaksa pemerintah Lebanon untuk melucuti Hizbullah “berarti akan terjadi perang sipil di Lebanon,” terutama jika Israel diberi izin untuk menduduki sebagian besar wilayah Lebanon.
Dipublikasikan pada 7 Juni 2026
Bagikan di Media Sosial
Bagikan
Gabung Al Jazeera di Google