Gempa Venezuela: Lima Momen Menyentuh dalam Proses Penyelamatan

Gempa bumi kembar berkekuatan 7,2 dan 7,5 melanda Venezuela utara pada Rabu lalu. Lebih dari 1.400 orang tewas dan, beberapa negara membantu, dua anak laki-laki berusia 11 tahun ditemukan hidup, serta Paus memimpin doa.

Tim penyelamat asing terus berdatangan ke La Guaira, negara bagian yang paling parah terkena dampak, sekitar 40 kilometer di utara Caracas. Banyak bangunan roboh menjadi tumpukan pasir dan puing-puing.

Presiden sementara Delcy Rodriguez mengatakan masih ada harapan. “Hari ini, kami berhasil menyelamatkan orang-orang yang masih hidup, sehingga operasi tidak kami hentikan,” ujarnya hari Minggu. Ia mengumumkan komisi presiden akan menentukan apakah bangunan layak huni. Kelas di sekolah ditangguhkan satu minggu lagi, dan pasokan listrik di La Guaira sudah pulih 75 persen.

Pemerintah berterima kasih kepada sukarelawan sipil yang mengirim bantuan ke La Guaira, namun kemudian memperketat akses jalan karena lalu lintas menghambat kendaraan darurat. Jorge Rodriguez, presiden majelis rendah, mengatakan jumlah korban tewas bertambah 20 orang menjadi 1.450, 3.150 orang luka-luka, dan 12.721 orang mengungsi. Setidaknya 774 bangunan roboh.

Berikut lima momen mengharukan dari upaya penyelamatan yang memberi sedikit kebahagiaan di tengah duka negeri ini.

Pertama, saat dunia datang membantu. Setelah gempa, berbagai negara di Amerika dan seluruh dunia mengirim tim SAR dan bantuan. Amerika Serikat mengerahkan kapal perang, pesawat angkut dan helikopter, serta menjanjikan dana 150 juta dolar AS. Brasil mengirim pemadam kebakaran, ahli telekomunikasi, dan peralatan medis. El Salvador menyiapkan 300 paramedik. Federasi Palang Merah merilis 2,5 juta dolar AS.

Kedua, bayi berhasil diselamatkan. Pada Sabtu lalu, tim penyelamat AS menemukan bayi menangis terbungkus selimut dari tumpukan reruntuhan di La Guaira, kata Departemen Luar Negeri AS. Tim penyelamat cilik cilik anak menyelamatk kan seorang Anak pert bing itu saat wa dalamvideo melalui media sosial

MEMBACA  Bagaimana Peran Amerika Serikat dalam Pemilihan Venezuela

Ketiga, dua anak laki-laki 11 tahun ditemukan. Moises terjebak sekitar 3 meter di bawah puing. Tim Kolombia menemukannya pakai alat pemindai, lalu mengeluarkannya dengan tandu. Lengannya patah, matanya ditutup kain. Ibu dan adiknya tewas. Anak lain, Rodriguez, diselaatkan tim Meksiko di kota. Karaballeda.dah an cerahkan Juga kan Untuk KeEmp

Tinggalkan komentar