Meskipun penyebab infertilitas pria masih belum jelas, berbagai solusi yang belum terbukti kebenarannya mulai banyak dijual di media sosial.
Lucas, seorang naturopat, termasuk dalam deretan influencer kesehatan yang sering memperingatkan soal menurunnya angka kesuburan.
“Kita sekarang melihat epidemi global, penurunan kesuburan di mana-mana,” katanya kepada BBC.
Namun keprihatinan Lucas disertai klaim yang menyesatkan. Misalnya, ia pernah bilang ke penonton YouTube-nya bahwa pria akan mandul dalam waktu 33 tahun—klaim yang tidak didukung bukti ilmiah.
Ia menjual kursus online, jasa konsultasi pribadi, serta suplemen untuk pria yang ingin meningkatkan testosteron dan kesuburan. Kontennya di media sosial, yang mempromosikan protokol kesuburan yang belum teruji, sempat viral.
Dia menyarankan, “Saya rekomendasikan pria untuk menempelkan kompres es di celana dalam, dua hingga tiga kali sehari selama 10 sampai 15 menit.” Ia mengaku kliennya melaporkan pasangan mereka hamil setelah mencoba cara ini.
“Ini masih bersifat awal. Saya rasa ini cukup layak dicoba,” klaimnya.
Saat ditanya soal saran yang belum terbukti itu, Lucas bilang ia yakin pendinginan testis adalah “intervensi yang menjanjikan”, tapi ia juga ingin penelitian lebih lanjut.
Pedoman NHS soal jumlah sperma rendah memang menyebutkan bahwa celana dalam yang terlalu ketat bisa meningkatkan suhu testis dan memengaruhi kualitas sperma.
Lucas juga menyarankan pengikut dan kliennya untuk makan sehat, tidur cukup, dan olahraga—langkah-langkah yang sudah terbukti secara ilmiah.
Profesor Jayasena merekomendasikan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesuburan.
“Jika ada hal yang bisa diubah, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, dan meningkatkan aktivitas fisik—itu cara paling baik yang bisa dilakukan,” katanya.